counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Mahasiswa Korea Diculik, Disiksa, dan Dibunuh di Kamboja: Keluarga Masih Berduka!

10 Oktober 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Mahasiswa Korea Diculik, Disiksa, dan Dibunuh di Kamboja: Keluarga Masih Berduka!

Sematan Media Terkait

Warga Korea Selatan lagi pada khawatir banget nih, setelah denger berita ada mahasiswa yang ditemukan meninggal dunia setelah disiksa di Kamboja. Gokil, serem abis!

Menurut keterangan polisi dan keluarga korban, kejadian ini bermula pas Mahasiswa A (nama disamarkan) pamit dari rumah bulan Juli lalu. Katanya sih mau dateng ke pameran di Kamboja pas liburan musim panas. Tapi, seminggu kemudian, keluarga korban malah dapet telepon dari nomor Mahasiswa A. Seorang pria Korea-China ngancem dan bilang, "Mahasiswa A ditahan karena bikin masalah dan harus bayar tebusan ₩50.0 juta KRW (sekitar $35,200 USD) biar bisa dibebasin."

Ilustrasi
Ilustrasi. | Chosun Ilbo

Keluarga korban langsung lapor polisi dan Kedutaan Besar Kamboja, tapi sayangnya gak berhasil nemuin Mahasiswa A. Abis itu, para pemeras ini langsung hilang kontak gitu aja.

Tragisnya, tanggal 8 Agustus, jenazah Mahasiswa A ditemukan di Provinsi Kampot. Menurut investigasi polisi setempat, Mahasiswa A ternyata disiksa dengan kejam banget sampe akhirnya meninggal dunia karena serangan jantung. Ya Allah, kasian banget!

Phnom Penh, Kamboja
Phnom Penh, Kamboja | Heraldcorp

Keluarga korban udah lebih dari dua bulan belum bisa bawa pulang jenazah Mahasiswa A. Mereka berharap jenazahnya bisa segera dipulangin setelah proses otopsi dan kremasi di Kamboja selesai. Semua pihak berwenang masih terus nyelidikin kasus ini sampe tuntas.

Setelah baca surat kematiannya, kami gak bisa tidur mikirin gimana anak kami pasti menderita banget. Ini berat banget buat kami. Jenazahnya masih di freezer di Kamboja, bahkan belum bisa pulang setelah meninggal. Rasanya kayak ngebunuh anakku dua kali.

— Keluarga Korban

Berita ini juga ngebahas soal peningkatan kasus penculikan yang melibatkan warga Korea Selatan di Kamboja sejak tahun 2022. Menurut Joongang Ilbo, ada sekitar 10-20 kasus antara tahun 2022 dan 2023, tapi jumlahnya melonjak jadi 220 kasus di tahun 2024 dan 330 kasus sampe Agustus 2025. Jumlah ini aja udah bikin warga Korea khawatir banget.

Screenshot
| theqoo
  • "Anjir... Kasian banget sama keluarganya."
  • "Ya ampun... Semoga tenang di sana."
  • "330 kasus...???????"
  • "Katanya sih, Mahasiswa A ini ke Kamboja buat jual rekening bank-nya, jadi ya gimana ya... Tapi yang diculik pas lagi ada urusan bisnis di sana itu bener-bener tragis."
  • "Pasti orang China nih."
  • "Katanya kalo ikut tur paket lebih aman, tapi ya tetep aja. Kalo ada kejadian gak terduga dan kepisah dari rombongan, serem juga. Mendingan gak usah pergi sama sekali deh."
  • "Ngeri banget ini..."
  • "Sekarang lagi banyak banget kasus penipuan online, banyak orang yang kehilangan duit... Ya wajar sih kalo ada yang kepikiran buat nyari jalan pintas."
  • "Semoga almarhum tenang di sisi-Nya."
  • "Ini cuma kejadian sama orang Korea aja?"
  • "Pemerintah Korea Selatan ngapain aja sih?!"

Per tanggal 16 September, pemerintah Korea Selatan udah ngeluarin travel advisory. Phnom Penh ada di Level 2 ("Hindari Perjalanan"), sementara Sihanoukville, Bokor Mountain, dan Bavet ada di Level 2.5.

Travel Advisory Korea Selatan
Travel Advisory Korea Selatan | Insight

Baca juga:

"Celana Dalamnya Dipakai Terbalik" Dugaan Baru yang Mengejutkan Muncul dalam Kematian Misterius Livestreamer Korea di Kamboja

Source: Joongang Ilbo dan theqoo

Ringkasan

Keluarga korban masih belum bisa mengambil jenazah. Kasus penculikan dan pembunuhan mahasiswa Korea di Kamboja ini bikin ngeri!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru