counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Mark meminta maaf atas kontroversi pakaian Confederate

24 Juni 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Mark meminta maaf atas kontroversi pakaian Confederate
Mark mengenakan pakaian dengan Confederate flag.
Mark mengenakan pakaian dengan Confederate flag.

Mark, mantan anggota NCT, meminta maaf atas kontroversi pakaian Confederate flag yang menyinggung perasaan orang Amerika Serikat. Pakaian dengan bendera Confederate flag ini merupakan simbol kekuasaan kulit putih yang terlibat dalam perang saudara Amerika Serikat.

Upper Room, agensi Mark yang baru didirikan, meminta maaf dan mengatakan tidak mendukung rasisme atau diskriminasi. Mereka mengatakan pakaian tersebut dipilih atas dasar sebagai item koleksi lama, tetapi tidak disadari betapa bendera tersebut berhubungan dengan sejarah perbudakan dan diskriminasi ras. Meskipun demikian, pihak agensi mengatakan mereka mengakui bahwa bendera tersebut seharusnya tidak muncul dalam konten resmi.

Pihak Upper Room mengatakan bahwa Mark tidak mendukung rasisme atau diskriminasi dan bahwa kejadian ini tidak berhubungan dengan nilai-nilai yang mereka banggakan. Mereka juga mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan proses pereview untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

Mark memulai karir sebagai anggota NCT pada tahun 2016 dan bergabung dengan berbagai subunit, termasuk NCT 127, NCT Dream, dan NCT U. Pada bulan April, Mark meninggalkan SM Entertainment dan mengakhiri semua kegiatan terkait NCT. Ia kemudian memulai perusahaan kreatifnya sendiri, Upper Room, pada awal Juni.

Hal ini meninggalkan banyak pertanyaan tentang apakah Mark telah menghilangkan identitasnya sebagai anggota NCT atau apakah ia sedang berusaha untuk melakukan sesuatu yang baru. Meskipun demikian, pernyataan ini memberikan kesan bahwa ia berusaha untuk menyelesaikan masalah yang telah timbul.

Ringkasan

Mark, mantan anggota NCT, meminta maaf atas kontroversi pakaian Confederate flag yang menyinggung perasaan orang Amerika Serikat. Mark's agensi, Upper Room, meminta maaf dan mengatakan tidak mendukung rasisme atau diskriminasi.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru