
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Setelah dua dekade merajai dunia pop, Maroon 5 bikin kejutan di album ke-8 mereka, Love Is Like. Mereka nyelipin banyak banget sampel musik funk, soul, dan R&B tahun 70-an yang mungkin belum banyak lo denger. Contohnya, lagu "You Know I Love You" dari Barbara Stant (1972), "I Know Where You’re Coming From" dari Loleatta Holloway, dan "Take Your Time" dari The Festivals. Mereka nggak cuma sekadar ngasih kode ke akar musik blue-eyed soul mereka, tapi beneran kayak lagi ngasih penghormatan yang tulus. Tapi, karena berusaha nyampur musik jadul ini ke dalam format pop yang kekinian, album ini jadi kayak nyari harta karun tapi pake sarung tangan – niatnya sih bagus, tapi takut kotor, gitu deh.
Album ini dibuka dengan alunan piano yang asik di lagu "Hideaway", Adam Levine nyanyi dengan gaya khasnya yang santai. Lagu "All Night" yang ada sentuhan saksofonnya dan "Yes I Did" juga sama-sama enak didenger. "Jealousy Problems" ngambil sample dari lagu funk "Zimba Ku" (1975) dari Black Heat, dan Levine kayaknya seneng banget meranin sosok bad boy di musim panas, sambil nyanyi "Gue tau kelakuan ini nggak banget buat kita berdua… tapi gue agak suka sih sama drama ini." Lil Wayne juga muncul di lagu utama dengan lirik lamaran nikah yang random tapi ngegemesin ("Cintamu kayak narkoba/Bikin gue kecanduan kayak tali/Yuk kabur aja"), sambil ngerap di atas lagu klasik "Silly Wasn’t I" dari Valerie Simpson.
Momen-momen terbaik di album ini adalah pas bagian pop-nya mulai sedikit luntur. Gitaris James Valentine sempet unjuk gigi di single hits "Priceless", yang punya alur gitar yang catchy dan kasar (katanya sih idenya dari voice memo Levine di iPhone) bareng Lisa dari BLACKPINK. Biasanya, kolaborasi Maroon 5 sama diva-diva pop (Rihanna, Christina Aguilera, Cardi B, Megan Thee Stallion) selalu sukses dan nunjukkin betapa fleksibelnya band ini. Tapi, kali ini, bintang tamunya agak kurang nampol. Lisa harusnya cocok banget, tapi suaranya kayak ketutupan sama musiknya – sayang banget. Sexyy Red lumayan sih, dia nge-rap di lagu "I Like It" dengan iringan musik disco, dan karakternya bener-bener bikin lagu ini jadi lebih hidup. Jadi kepikiran, kenapa nggak sekalian aja mereka berdua nyanyiin ulang lagu "Summer Breeze" terus udah deh, beres!
Nggak ada yang salah sih sama era yacht-rock-nya Maroon 5, tapi karena terlalu pengen semuanya sempurna, lagu-lagunya jadi kayak perahu yang cuma parkir deket dermaga. Untungnya, Ryan Tedder dan Marshmello dateng buat nambahin beberapa lagu pop yang bener-bener asik. Lagu "Cigarettes" dari Tedder dan "Closer" dari Marshmello buktiin kalo Maroon 5 masih jago bikin lagu yang pasti disukain banyak orang kalo bintangnya lagi sejajar.
Lagu "California" yang jadi penutup album originalnya tetep jadi yang paling bersinar. Di lagu ini, band ini nyingkirin semua gimmick dan gaya-gayaan retro mereka, dan bikin sesuatu yang polos dan jujur. "Gue lemah dan nggak berdaya di sini sendirian," kata Levine di lagu ini. Maroon 5 emang udah lama jago gonta-ganti gaya. Tapi, jiwa musik mereka tetep ada di suara Levine – suara yang unik, bisa kedengeran cuek banget di satu menit, tapi bisa langsung bikin hati lo hancur di menit berikutnya. Pas dia nunjukkin sisi rentannya, di situ lah lo bakal percaya sama apa yang dia nyanyiin.
Di album ke-8 mereka, Maroon 5 ajak kita nostalgia ke era 70-an dengan sentuhan funk dan R&B. Ada kolaborasi bareng Sexyy Red, Lisa BLACKPINK, dan Lil Wayne juga, lho!