counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Masa Depan Konser Ada di Amerika Latin: Artis-Artis Udah Nggak Ngeduluin AS!

25 September 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Masa Depan Konser Ada di Amerika Latin: Artis-Artis Udah Nggak Ngeduluin AS!

Tau gak sih, gaes? Sekarang ini, banyak artis yang mulai ngelirik Amerika Latin buat konser, bukan cuma Amerika Serikat lagi! Shawn James aja kaget banget pas shownya di São Paulo sold out. Dia sadar, Amerika Latin tuh bukan cuma nerima, tapi ngerangkul banget!

Kata James, itu show terbesarnya sepanjang karier. Gokil abis, kan?

Buat yang belum tau, James ini musisi underdog umur 38 tahun dari Chicago. Dia udah keliling Amerika Serikat dengan musik gothic Americana-nya. Dulu, dia susah payah bangun karier di AS: rilis album sendiri, tur DIY, dan fans yang awalnya nemuin dia di bar-bar kecil.

Nah, titik baliknya tuh pas tahun 2016. Lagunya, "Through the Valley," dipake di trailer video game The Last of Us Part II dan muncul lagi di adaptasi HBO-nya awal tahun ini. Dari situ, banyak fans dari Amerika Latin yang langsung suka sama musiknya, nyari semua katalognya, dan komen di semua postingannya, "Come to Brazil!" Akhirnya, James beneran manggung di Carioca Club, São Paulo, dan itu jadi konser terbesarnya!

Kesuksesan James di Brazil itu bagian dari perubahan yang lebih besar. Dulu, Amerika Serikat tuh pusatnya konser: pasar terbesar, venue paling menguntungkan. Tapi sekarang, pusat gravitasinya udah geser. Buat artis internasional, AS tuh jadi tempat yang mahal dan susah ditebak buat tur. Visa mahal, proses lama, dan larangan masuk bisa bikin tur gagal total. Makanya, banyak artis dan promotor yang nyari tempat lain buat pertumbuhan tur, dan sekarang pertumbuhan musik live lebih pesat di luar AS — terutama di Amerika Latin!

Peran Amerika Latin di dunia konser emang bukan barang baru. Di sana pernah ada konser-konser legendaris: Tur "Voodoo Lounge"-nya Rolling Stones tahun 1995 narik lebih dari 100.000 orang di Rio de Janeiro! Tur "Sticky & Sweet"-nya Madonna mecahin rekor di Buenos Aires tahun 2008. Dan dari dulu, stadion di Mexico City, Buenos Aires, dan São Paulo selalu jadi langganan artis-artis top dunia.

Contoh paling jelasnya tuh Live Nation, promotor konser terbesar di dunia. Mereka lagi gencar banget investasi di Amerika Latin. Mereka udah ngeluarin $646 juta buat nambah saham di OCESA — raksasa acara live di Mexico — jadi Live Nation punya 75% saham. Ini bikin Mexico jadi pusat strategi Live Nation di Amerika Latin, dan jadi tempat buat ngebuktiin era kejayaan mereka selanjutnya.

Menurut laporan tahunan 2024 mereka, perubahan nilai tukar mata uang asing bikin pendapatan perusahaan berkurang $235 juta, dan "sebagian besar" dampak itu dateng dari mata uang Amerika Latin — terutama peso Meksiko dan real Brazil. Artinya, bisnis Live Nation di Mexico, Brazil, dan sekitarnya udah gede banget, sampe keuangan mereka dipengaruhi sama nilai tukar peso dan real!

Ekspansi Live Nation di Amerika Latin tuh cepet dan terencana. Tahun 2021, mereka bayar lebih dari $400 juta buat nguasain OCESA, terus nambah sahamnya jadi 75% empat tahun kemudian. Tahun 2023, mereka masuk ke Colombia, beli Páramo Presenta di Bogotá — yang ngadain Estéreo Picnic, Baum, dan Knotfest — dan dukung venue baru kayak stadion 40.000 kursi di Bogotá, Estadio GNP Seguros yang direnovasi di Mexico City, dan Arena Cañaveralejo 15.000 kursi di Cali. Selanjutnya? Brazil, pasar yang dua kali lebih gede dari Mexico dan masih banyak potensi!

Tapi, yang terjadi di Amerika Latin ini bukan cuma soal strategi satu perusahaan; ini soal wilayah yang nunjukkin eksistensinya di panggung dunia.

Prototype Ekonomi Tur Pasca-Amerika

"Jujur aja, ini model baru," kata Omar Garcia, agen dari CAA yang nanganin artis-artis top kayak Enrique Iglesias dan Ricky Martin. "Amerika Latin tuh kayak frontier baru buat kita. Kalo lo bisa sukses di Mexico, terus sukses di AS, itu udah cukup."

Garcia nunjukkin Fuerza Regida sebagai contoh: grup dari California Selatan ini emang sukses di AS, tapi kesuksesan terbesarnya dateng dari Amerika Latin, termasuk tur tahun 2023 yang menghasilkan $35 juta, ditutup dengan konser sold out di BMO Stadium, L.A., dan tahun ini, konser dengan 65.000 penonton di Mexico City, lebih gede dari Super Bowl terakhir!

Musim gugur ini, Kendrick Lamar bakal bawa "Grand National Tour"-nya ke Mexico, Colombia, Brazil, Argentina, dan Chile, ngajak duo Argentina CA7RIEL & Paco Amoroso sebagai pembuka. St. Vincent juga masukin Mexico City, Santiago, dan Buenos Aires ke jadwal tur dunianya, sementara The Hives bakal ikut tur Amerika Latin-nya My Chemical Romance tahun 2026. Bahkan, artis-artis muda kayak the Marías juga fokus ke sirkuit ini, ikut festival dan konser di kota-kota yang dulu cuma dianggap tambahan, tapi sekarang jadi bagian penting dari strategi global mereka.

"Coba deh liat lineup Lollapalooza Brazil, Lollapalooza Argentina, Lollapalooza Chile," kata Garcia. "Liat tiga atau empat baris ke bawah, lo bakal liat artis-artis mid-tier yang udah gerak duluan."

Musim semi ini, artis kayak Tate McRae, Teddy Swims, dan Benson Boone nyobain semua Lollapalooza di Amerika Selatan. Mereka emang bukan headliner, tapi penontonnya udah ada!

"Permintaannya emang ada dan nyata banget," kata Russell Brantley, agen dari 33 & West yang nanganin Shawn James. "Dan salah satu alasannya tuh peningkatan streaming di semua negara itu, ditambah akses ke teknologi yang lebih luas."

Wilayah ini udah jadi salah satu pasar musik dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan peningkatan pendapatan selama 15 tahun berturut-turut dan lonjakan 22,5% di tahun 2024 aja, menurut laporan dari IFPI (International Federation of the Phonographic Industry). Mexico baru aja masuk ke sepuluh besar pasar musik dunia untuk pertama kalinya, dengan jumlah penonton konser naik tiga kali lipat sejak 2019, menurut Reuters. Sementara itu, Brazil nunjukkin pertumbuhan 21,7% — yang terkuat di antara sepuluh besar dunia. Cuma wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara yang pertumbuhannya lebih tinggi dari Amerika Latin soal pendapatan musik rekaman, artinya wilayah ini udah jadi mesin pertumbuhan utama industri musik.

Apa yang dialamin Shawn James bukan dateng dari perusahaan gede atau tur global yang direncanain mateng-mateng. Tapi, dateng dari hal yang lebih sederhana: hubungan langsung antara lagunya sama masyarakat Amerika Latin. Amerika Latin bukan cuma tempat main buat perusahaan raksasa, tapi tempat buat musisi independen buat nemuin penonton yang antusias, ngejual habis tiket konser, dan bangun karier dengan cara yang udah gak bisa dijamin lagi sama sirkuit AS yang makin mahal dan jenuh.

"Kalo gue main di pasar gede yang gue pikir harusnya suka sama musik gue, tapi gak pernah berkembang, yaudah gue gak mau dateng lagi," kata James.

Dia tau Amerika Latin suka sama dia pas tahun 2022, waktu pemilik restoran yang punya venue musik di São Paulo ngundang James buat manggung di klubnya yang muat sekitar 200 orang.

"Tiketnya langsung sold out dalam lima menit," kata James. "Jadi, kita nambah dua tanggal lagi, dan dua-duanya juga sold out."

Beberapa jam sebelum pintu dibuka, fans udah ngantre panjang banget. Ada yang nangis pas ngeliat dia, bilang lagunya udah nemenin mereka di masa-masa sulit. Remaja dateng sama orang tuanya setelah nyetir enam jam dari kota lain. Ada juga yang gak kebagian tiket, tapi tetep berdiri di trotoar buat dengerin musiknya dari luar.

James udah tiga kali tur di Amerika Latin, dan dia ngeliat langsung apa yang diukur industri dalam angka: lonjakan di wilayah ini bukan cuma soal pendapatan; tapi soal rasa lapar. Data streaming yang makin banyak udah nunjukkin permintaan yang makin besar. Sekarang, industri lagi bangun infrastruktur di sekitarnya.

Semangat yang sama yang bikin konser James penuh sesak juga ngebuka kesempatan buat pendatang baru yang mau nyoba, dan industri sekarang lagi ngarahin klien ke selatan dengan keyakinan kalo permintaannya bakal ada di sana.

"Cepetan dateng ke sana," kata Garcia. "Walaupun lo belum punya fans, nanti juga bakal berkembang."


Cerita ini bagian dari seri Nuevos Futuros kami yang ngerayain musik Latin dan warisan Latin.

Ringkasan

Artis-artis sekarang lagi ngelirik Amerika Latin buat ngejar popularitas musik live. Kenapa, tuh?

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru