
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Massive Attack sedang menghadapi sanksi di Singapura setelah menunjukkan dukungan pada Palestine selama konser mereka pada hari Rabu, melanggar hukum lokal tentang kebebasan berekspresi.
Kantor berita Channel News Asia (CNA) melaporkan bahwa polisi dan Infocomm Media Development Authority (IMDA) telah membuka investigasi terhadap band ini setelah Massive Attack diduga mengibarkan bendera Palestina di panggung dan mengadakan gerakan "Free Palestine" dengan penonton.
Menurut CNA, polisi menyatakan bahwa laporan telah dilaporkan dan investigasi masih berlangsung, sementara IMDA juga menelusuri kemungkinan pelanggaran syarat-syarat lisensi.
Singapura memiliki sikap nasional atas konflik Israel-Palestina yang mendukung solusi dua negara dan memberi izin kepada Palestina bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun, negara ini masih membatasi penampilan dan penggunaan bendera yang terkait dengan Perang Gaza.
Menurut kementerian Dalam Negeri Singapura tahun 2023, 'Kita tidak boleh memungkinkan peristiwa yang terjadi di luar menimbulkan kekacauan ini dalam keamanan dan keharmonisan di negara kita', kata kementerian.
Massive Attack diwajibkan meminta izin dari pemerintah Singapura sebelum menampilkan bendera Palestina, namun band ini tidak melakukannya. Menurut berita Rolling Stone, band ini telah menegaskan dukungan mereka pada Palestina melalui lagu dan aksinya.
Jika terbukti bersalah, anggota band Massive Attack dapat dihukum dengan denda $390 (500 dolar Singapura) dan dipenjara selama 6 bulan.
Massive Attack merupakan salah satu band yang kuat mendukung Palestina, seperti ketika frontman Robert Del Naja ditangkap di London pada bulan ini setelah mengikuti demonstrasi.
Berikut ini adalah lalu lintas terkait konser Massive Attack tanggal 1 Agustus, 2021 di Seoul, Korea Selatan.
Berikut adalah galeri foto terkait konser Massive Attack di Singapura.
Polisi Konfirmasi Laporan dan Investigasi Berlangsung Setelah Band Mengibarkan Bendera Palestina di Panggung, Melanggar Hukum Lokal