
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Meninggalnya seorang murid yang selamat dari tragedi kapal selam 2014 kembali menarik perhatian masyarakat akan penderitaan bertahun-tahun yang dialami oleh mereka yang selamat dari kejadian tersebut.
Kejadian ini membuktikan bahwa bahaya yang ditimbulkan bukan hanya pada saat kejadian itu terjadi, tapi juga pada saat setelahnya. Masing-masing korban punya pengalaman yang berbeda-beda, namun semua mereka merasakan penderitaan yang tak dapat dihilangkan.
Saudara-saudara dari korban yang meninggal dunia harus melanjutkan hidupnya tanpa pernah tahu apa yang telah terjadi dengan kekasih mereka. Sementara itu, mereka yang telah selamat berusaha untuk melupakan kejadian itu, tapi ingatan tentang hari-hari berlatar belakang kejadian itu terus menghantu mereka.
Menurut Yoo Gyoung Geun, mantu Haji yang meninggal dunia itu selalu merasa sangat sedih dan berusaha untuk mengingat-ingat teman-temannya yang telah tiada. Ia mengatakan, "Apa yang telah mereka lakukan selain selamat dari kejadian itu? Mereka telah melakukan kesalahan dan kehilangan semua yang mereka miliki. Saya tidak mengerti apa yang telah mereka lakukan untuk melupakan semua itu."
Saudara-saudara dari korban tidak hanya mengalami kesedihan, tapi juga mengalami kesulitan material dan emosional yang berat. Mereka selalu berusaha untuk mencari pengungsi agar bisa melupakan kejadian itu, tapi ingatan tentang hari-hari berlatar kejadian itu tetap menghantu mereka.
Menurut Yoo Gyoung Geun, mantu Haji yang meninggal dunia itu telah melupakan kejadian itu, tapi mengingat bahwa saudara-saudara dari korban belum pernah mengetahui apa yang telah terjadi dengan kekasih mereka. Ia mengatakan, "Apa yang telah mereka lakukan selain selamat dari kejadian itu? Mereka telah melakukan kesalahan dan kehilangan semua yang mereka miliki. Saya tidak mengerti apa yang telah mereka lakukan untuk melupakan semua itu."
Menurut Yoo Gyoung Geun, mantu Haji yang meninggal dunia itu telah melupakan kejadian itu, tapi mengingat bahwa saudara-saudara dari korban belum pernah mengetahui apa yang telah terjadi dengan kekasih mereka. Ia mengatakan, "Apa yang telah mereka lakukan selain selamat dari kejadian itu? Mereka telah melakukan kesalahan dan kehilangan semua yang mereka miliki. Saya tidak mengerti apa yang telah mereka lakukan untuk melupakan semua itu."
Pengalaman yang dialami oleh saudara-saudara dari korban dan pengungsi adalah contoh yang sangat baik tentang apa yang telah terjadi dengan kejadian itu. Mereka telah kehilangan semua yang mereka miliki dan telah mengalami kesedihan yang berat. Masing-masing mereka telah melupakan kejadian itu, tapi ingatan tentang hari-hari berlatar belakang kejadian itu tetap menghantu mereka.
Menurut Yoo Gyoung Geun, mantu Haji yang meninggal dunia itu telah melupakan kejadian itu, tapi mengingat bahwa saudara-saudara dari korban belum pernah mengetahui apa yang telah terjadi dengan kekasih mereka. Ia mengatakan, "Apa yang telah mereka lakukan selain selamat dari kejadian itu? Mereka telah melakukan kesalahan dan kehilangan semua yang mereka miliki. Saya tidak mengerti apa yang telah mereka lakukan untuk melupakan semua itu."
Menantu Haji yang meninggal dunia setelah tragedi kapal selam 2014 memecahkan hati warga di Ansan, Korea Selatan.