
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Kehadiran teknologi AI telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan kita, termasuk industri musik. Namun, perlu adanya pemahaman yang lebih dalam mengenai penggunaan AI dalam musik, khususnya dalam konteks K-Pop.
Menurut beberapa laporan, beberapa grup K-Pop telah menggunakan AI dalam karyanya, baik dalam bentuk lagu, musik video, maupun lain-lain. Hal ini telah menimbulkan kecurigaan di kalangan penggemar K-Pop dan menimbulkan diskusi mengenai perbatasan antara karya manusia dan karya AI.
Penggunaan AI dalam musik dapat membantu meningkatkan kualitas suara dan meningkatkan efisiensi dalam proses penciptaan lagu. Namun, penggunaan AI juga dapat memungkinkan untuk menciptakan karya yang tidak berarti bagi pengrajin musik dan menganggap mereka sebagai pencuri karya.
Bagaimana AI digunakan dalam musik? Menurut The Atlantic, karya musik dapat dilatih dengan menggunakan dataset berupa lagu-lagu yang sudah ada. Dataset tersebut dapat dibuat oleh AI atau oleh manusia. Keduanya dapat menimbulkan kesan yang sama seperti karya musik yang diciptakan oleh musisi manusia.
Salah satu contoh penggunaan AI dalam musik adalah dalam acara figure skating 2026. Sebuah tim figure skater yang menggunakan lagu yang diciptakan oleh AI telah menggunakan lagu yang mirip dengan You Get What You Give. Lagu tersebut diucapkan oleh para penggemar sebagai lagu AI.
Menurut hasil penelitian dari The Atlantic, sekitar 2000 lagu yang diteliti dapat ditemukan di setiap dataset. Dengan demikian, ada kemungkinan besar untuk terjadi plagiat dari karya musik K-Pop oleh AI. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam musik K-Pop masih perlu dikaji lebih lanjut dan perlu dilakukan perbaikan dalam menghindari plagiat.
Mengapa penting menjaga kemandirian karya musik dan tidak menggunakan AI dalam proses penciptaan lagu? Menggunakan AI dapat membuat kita menjadi terikat dalam karya musik yang sudah ada dan tidak dapat menciptakan sesuatu yang baru. Selain itu, penggunaan AI juga dapat menyebabkan hilangnya nilai kreativitas manusia.
Mengapa AI digunakan dalam musik? Menurut beberapa sumber, AI digunakan dalam musik karena kemampuan AI dalam mengkompilasi lagu, mengkombinasikan genre musik dan menghasilkan karya musik yang unik. Selain itu, penggunaan AI juga dapat meningkatkan efisiensi dalam proses penciptaan lagu.
Selain itu, penggunaan AI dalam musik juga dapat memungkinkan untuk menciptakan karya musik yang lebih baik dan kualitas suaranya yang lebih baik.
Mengemukakan kecurigaan bahwa beberapa K-Pop grup telah menggunakan AI dalam karyanya