counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Mengenal Maulid Nabi 2026: Sejarah, Tanggal, dan Ketentuan Liburnya

19 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Mengenal Maulid Nabi 2026: Sejarah, Tanggal, dan Ketentuan Liburnya

Maulid Nabi merupakan sebuah tradisi umat Islam untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di Indonesia, hari istimewa tersebut biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Umat Islam dari berbagai penjuru negeri akan melakukan berbagai aktivitas seperti membaca Al-Quran, melakukan shalat sunnah, dan mengadakan ceramah keagamaan untuk memperingati hari lahir Rasulullah SAW.

Dalam kalender Islam, Maulid Nabi diperingati pada tanggal 12 Rabiul Awal. Bagi detikers yang ingin turut memeriahkan perayaannya, tentunya perlu mengetahui jadwal Maulid Nabi dalam kalender Masehi. Dengan demikian, umat Islam dapat mempersiapkan diri untuk merayakan hari istimewa tersebut dengan lebih lancar dan khidmat.

Untuk itu, berikut adalah informasi mengenai jadwal Maulid Nabi 2026, lengkap dengan ketentuan liburnya. Simak selengkapnya! Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama, tanggal 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah atau hari Maulid Nabi bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026. Ini berarti bahwa Maulid Nabi 2026 jatuh pada hari Selasa, sehingga umat Islam dapat memanfaatkan waktu libur tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan.

Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 25 Agustus merupakan salah satu hari besar keagamaan yang ditetapkan sebagai hari libur nasional. Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026. Dengan demikian, umat Islam di Indonesia dapat merayakan Maulid Nabi dengan lebih tenang dan khidmat.

Merujuk pada SKB tersebut, libur nasional dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW pada 2026 tidak disertai cuti bersama. Hari libur nasional tersebut jatuh pada Selasa sehingga tidak berpotensi membentuk long weekend. Namun, umat Islam tetap dapat menikmati waktu libur tersebut untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan dan refreshing. Berikut ini jadwal libur Maulid Nabi 2026 dalam kalender Hijriah dan Masehi, yang dapat dijadikan acuan untuk mempersiapkan perayaan hari istimewa tersebut.

Rekomendasi cuti Maulid Nabi 2026 juga perlu dipertimbangkan. Meskipun tidak disertai dengan cuti Bersama, masyarakat tetap berpeluang menikmati waktu libur lebih panjang dengan mengajukan cuti pada Senin, 24 Agustus 2026. Dengan strategi tersebut, detikers dapat menikmati libur selama 4 hari pada periode tersebut, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti refreshing, wisata, atau kegiatan keagamaan.

Berikut rincian potensi long weekend jika mengikuti rekomendasi cuti: dengan mengambil cuti pada Senin, 24 Agustus 2026, umat Islam dapat menikmati libur panjang selama 4 hari, mulai dari Senin hingga Kamis. Ini dapat menjadi kesempatan yang sangat baik untuk melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, seperti mengunjungi tempat wisata, melakukan kegiatan keagamaan, atau sekadar beristirahat dan melepaskan kepenatan.

Melansir laman Almanhaj, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali dirayakan pada masa Dinasti Fathimiyyun di Mesir pada abad IV Hijriah, sebagaimana dijelaskan dalam buku berjudul Al Khutath yang ditulis oleh seorang ahli sejarah Islam, Al Maqrizy. Dinasti Fathimiyyun mulai menguasai Mesir pada tahun 362 Hijriah. Saat itu Al Muiz sebagai raja pertamanya membuat enam hari perayaan hari lahir, di antaranya adalah hari lahir Nabi Muhammad SAW, Ali bin Ali Thalib, Fatimah, Hasan, Husein, dan raja yang berkuasa.

Pada tahun 487 Hijriah, Raja Al Afdhal menghapuskan peringatan enam hari lahir tersebut. Selanjutnya pada tahun 515 Hijriah, Raja Al Afdhal meninggal dunia dan digantikan oleh raja baru bergelar Al Amir Liahkamillah. Raja baru tersebut kembali mengadakan peringatan enam maulid tersebut. Sejak saat itu, peringatan Maulid Nabi SAW diperingati dari tahun ke tahun hingga saat ini, dan menjadi salah satu hari istimewa yang sangat penting bagi umat Islam di seluruh dunia.

Menyadur Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri berjudul 'Tradisi Melempar Koin Memperingati Maulid Nabi', perayaan Maulid Nabi di Indonesia dibawa Wali Songo sebagai sarana menyebarkan ajaran Islam. Melalui perayaan Maulid Nabi, diadakan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat untuk mengucapkan syahadat sebagai pertanda memeluk Islam. Di Jawa sendiri, perayaan Maulid Nabi disebut 'Syahadatain' atau orang Jawa menyebutnya 'Sekaten'. Dua kalimat syahadat itu dilambangkan sebagai dua buah gamelan ciptaan Sunan Kalijaga.

Pada zaman kesultanan Mataram, Maulid Nabi disebut Gerebeg Mulud. Peringatan kelahiran Rasulullah SAW ini pun terus berkembang di seluruh wilayah di Indonesia, dan menjadi salah satu hari istimewa yang sangat penting bagi umat Islam. Dengan demikian, perayaan Maulid Nabi di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan kaya, yang mencerminkan kebhinekaan dan keberagaman budaya bangsa Indonesia.

Ringkasan

Maulid Nabi 2026 jatuh pada tanggal 25 Agustus, merupakan hari libur nasional yang dirayakan oleh umat Islam di Indonesia. Berikut adalah informasi tentang sejarah, tanggal, dan ketentuan liburnya.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru