counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Mengenal Musim Panas yang Bertahan dengan RM, Karya Sastra yang Memikat Pembaca Berbahasa Inggris

04 Agustus 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Mengenal Musim Panas yang Bertahan dengan RM, Karya Sastra yang Memikat Pembaca Berbahasa Inggris

Musim panas itu aku berdiri di tengah badai, musim panas itu putus asa aku meledak menjadi merah, namun aku tetap bertahan menghadapi angin dan hujan. Kalimat-kalimat ini berasal dari karya puisi 'That Summer's End' karya Lee Seong-bok, yang merupakan salah satu puisi terkenal dalam koleksi puisinya.

Pada September 2022, RM dari grup K-pop BTS membagikan foto buku 'That Summer's End' di media sosial, sehingga karya sastra ini menarik perhatian pembaca baru di seluruh dunia. Empat tahun kemudian, karya ini akhirnya tersedia dalam bahasa Inggris.

Lahir pada tahun 1952, Lee Seong-bok adalah salah satu penyair terkenal di Korea, yang telah meraih banyak penghargaan sastra tertinggi di negaranya. 'That Summer's End' adalah koleksi puisi ketiganya, yang terdiri dari 106 puisi yang menjelajahi tema cinta, kerinduan, menunggu, dan putus asa melalui bahasa yang tertahan dan reflektif.

Karya ini mendalam dan sarat dengan makna, sehingga pembaca dapat merasakan kesedihan dan kegembiraan yang terkandung dalam setiap baris puisi. Dengan bahasa yang sederhana namun dalam, Lee Seong-bok berhasil menyampaikan pesan yang kuat tentang kehidupan dan perjalanan manusia.

Terjemahan bahasa Inggris dari 'That Summer's End' dikerjakan oleh penerjemah terkenal Anton Hur, yang juga telah menerjemahkan karya sastra lainnya. Karya ini dipublikasikan oleh Knopf, sebuah imprint dari Penguin Random House, yang telah memperoleh hak cipta dunia untuk terjemahan bahasa Inggris.

Dalam pengantar buku, Knopf menjelaskan bahwa puisi-puisi dalam 'That Summer's End' merupakan karya yang sangat reflektif dan penuh keindahan, yang menggabungkan unsur-unsur Seon Buddhism dan French Symbolism. Puisi-puisi ini, meskipun sangat sadar akan diri sendiri, tetap bebas dari kesadaran diri yang menghambat, dan berbicara secara langsung tentang pemuda, cinta, ketakutan, keluarga, kesedihan, usia tua, dan hal-hal yang sangat penting dalam kehidupan.

Lee Seong-bok dan Anton Hur akan melakukan tur buku di Amerika Serikat pada bulan Oktober untuk merayakan terjemahan bahasa Inggris dari 'That Summer's End'. Mereka akan membahas tentang karya sastra ini dan berbagi pengalaman tentang proses penulisan dan terjemahan.

Dengan demikian, 'That Summer's End' menjadi karya sastra yang sangat penting dan relevan dalam kancah sastra dunia. Karya ini tidak hanya membahas tentang kehidupan dan perjalanan manusia, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat menghadapi kesulitan dan menemukan kekuatan dalam diri sendiri.

Terjemahan bahasa Inggris dari 'That Summer's End' membuka kesempatan bagi pembaca di seluruh dunia untuk menikmati karya sastra ini dan memahami pesan yang terkandung dalam setiap baris puisi. Dengan demikian, karya ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang dan membantu mereka dalam menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

Di samping itu, karya ini juga membahas tentang pentingnya refleksi dan introspeksi dalam kehidupan. Dengan memahami diri sendiri dan mengenali kelemahan dan kekuatan, kita dapat menemukan jalan untuk menghadapi kesulitan dan mencapai tujuan.

Oleh karena itu, 'That Summer's End' merupakan karya sastra yang sangat penting dan relevan dalam kancah sastra dunia. Karya ini tidak hanya membahas tentang kehidupan dan perjalanan manusia, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat menghadapi kesulitan dan menemukan kekuatan dalam diri sendiri.

Terjemahan bahasa Inggris dari 'That Summer's End' membuka kesempatan bagi pembaca di seluruh dunia untuk menikmati karya sastra ini dan memahami pesan yang terkandung dalam setiap baris puisi. Dengan demikian, karya ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang dan membantu mereka dalam menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

Ringkasan

Musim panas itu aku berdiri di tengah badai, musim panas itu putus asa aku meledak menjadi merah, namun aku tetap bertahan menghadapi angin dan hujan. Kalimat-kalimat ini berasal dari karya puisi 'That Summer's End' karya Lee Seong-bok, yang merupakan salah satu puisi terkenal dalam koleksi puisinya.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru