
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Pada tahun 2026, beberapa grup K-Pop telah mengekspos praktek melatih model AI menggunakan ribuan lagu mereka.
Praktek ini telah menimbulkan kontroversi karena menurut beberapa kalangan, hal ini merupakan bentuk plagiat, karena AI tidak pernah menciptakan lagu baru atau orisinil, tetapi lebih ke meniru lagu yang sudah ada.
Dalam sebuah laporan oleh organisasi The Atlantic, telah ditemukan beberapa dataset pelatihan AI yang mengandung jutaan lagu, termasuk lagu-lagu K-Pop.
Dataset ini menunjukkan bahwa banyak sekali lagu K-Pop yang digunakan untuk melatih AI, bahkan hingga ribuan lagu.
Pada contoh kasus di mana seorang pasangannya bermain kegiatan olahraga es dengan lagu yang diciptakan AI, menunjukkan bahwa AI dapat menciptakan lagu yang hampir sama dengan lagu asli.
Ini dapat dipahami dari hasil search yang dilakukan oleh organisasi The Atlantic, yang mencari lagu-lagu K-Pop pada dataset tersebut.
Hasil search menunjukkan bahwa lebih dari 200 lagu BTS terdapat pada beberapa dataset yang dibahas, serta lebih dari 1000 lagu dari artis-artis K-Pop lainnya.
Analisis dari hasil ini menunjukkan bahwa beberapa artis K-Pop menggunakan AI untuk melatih AI mereka, yang pada akhirnya dapat menghasilkan lagu yang sangat mirip dengan lagu asli.
Hal ini telah menimbulkan kontroversi di kalangan penggemar K-Pop, karena mereka merasa bahwa AI telah mencintai hasil kreatifnya.
Jika praktek ini terus berlanjut, maka akan muncul masalah dalam pengakuan hak cipta, dan apakah AI dapat dipandang sebagai kreator lagu asli?
Sekarang, kita belum tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi salah satu hal yang pasti adalah kehadiran AI dalam industri musik telah mengubah cara lagu diciptakan dan dilaksanakan.
Arti dari hasil ini, dapat dilihat dari beberapa aspek: pertama, AI dapat menciptakan lagu yang hampir sama dengan lagu asli dengan menggunakan data yang cukup.
Kedua, praktek ini telah menimbulkan kontroversi di kalangan artis dan penggemar.
Ke tiga, arti dari kreativitas, dan siapa yang berhak disebut sebagai kreator lagu.
Bagaimana hal ini akan berakhir, hanya waktu yang dapat memberi tahu. Namun, satu hal yang pasti, kehadiran AI dalam industri musik tidak akan pernah sama seperti sebelumnya.
Banyak isu yang terkait dengan penggunaan AI.