counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Mengungkap Kekerasan di Balik Rekaan: Heo Jeong Min, Kang Rae Yeon, dan Seo Jae Kyung

12 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Mengungkap Kekerasan di Balik Rekaan: Heo Jeong Min, Kang Rae Yeon, dan Seo Jae Kyung

Heo Jeong Min, Kang Rae Yeon, dan Seo Jae Kyung, tiga bintang cilik yang pernah mencuat di industri hiburan Korea, baru-baru ini membuka kulkas krisis korupsi yang dialami para bintang cilik di awal karir mereka.

Mereka membuat klaim tersebut dalam sebuah wawancara bersama YouTube channel B-Level Studio pada tanggal 10 Juli.

Kang Rae Yeon mengungkapkan bahwa para bintang cilik pada masa lalu tidak dianggap sebagai aktor yang profesional, tidak seperti sekarang, dan tidak memiliki perlindungan yang memadai.

'Kita tidak pernah diberikan kesempatan untuk menikmati kegiatan kita sebagaimana sekarang,' kata Kang Rae Yeon.'Para bintang cilik di masa lalu hanya dibayar berdasarkan tingkatan, bukan karena kerja keras dan dedikasi mereka.'

Heo Jeong Min menambahkan bahwa sistem peringkat bintang cilik di masa lalu berkisar dari tingkatan 1 hingga 5, dengan bintang cilik yang paling sukses berada di tingkatan 5 dan bintang cilik yang paling tidak sukses berada di tingkatan 1.

Menurut Kang Rae Yeon, bintang cilik paling sukses menerima gaji sebesar 250.000 KRW (sekitar 167 USD) per episode drama.

Heo Jeong Min juga mengungkap bahwa para bintang cilik di masa lalu sering menerima perlakuan kasar dari sutradara, seperti dipukul atau diberi ciuman, dan seringkali diharuskan menangis atau melakukan aksi lainnya dengan cara yang tidak menyenangkan.

'Kita tidak pernah memiliki kebebasan untuk menolak atau meninggalkan proyek yang tidak kita sukai,' kata Heo Jeong Min.'Sewaktu saya masih remaja, saya pernah dipukul oleh sutradara karena menolak melakukan aksi yang tidak saya sukai.'

Seo Jae Kyung juga membongkar rahasia tentang korupsi yang terjadi di industri hiburan pada masa itu, termasuk cara-cara sutradara dan pengelola proyek lainnya menyerahkan kemenangan kepada para bintang cilik dengan cara yang tidak jujur.

'Korupsi yang terjadi di industri hiburan di masa lalu sangat luas dan melibatkan banyak orang,' kata Seo Jae Kyung.'Para sutradara dan pengelola proyek seringkali menyerahkan kemenangan kepada para bintang cilik dengan cara yang tidak jujur, dan tidak pernah memprioritaskan kepentingan para bintang cilik itu sendiri.'

Heo Jeong Min juga mengungkap bahwa korupsi yang terjadi di industri hiburan tidak hanya terbatas pada para bintang cilik, tetapi juga melibatkan banyak orang lainnya, termasuk pengelola proyek dan para ahli hukum.

'Korupsi yang terjadi di industri hiburan sangat kompleks dan melibatkan banyak orang,' kata Heo Jeong Min.'Para bintang cilik tidak pernah memiliki kekuatan untuk melawan korupsi dan tidak pernah mendapatkan perlidungan yang memadai.'

Mengulas tentang kehidupan mereka sebagai bintang cilik, Seo Jae Kyung mengatakan bahwa mereka sering kali dipukuli dan dimanfaatkan oleh orang lainnya.

'Kita sering kali dipukuli dan dimanfaatkan oleh orang lain,' kata Seo Jae Kyung.'Tapi kita tidak pernah melawan atau berusaha untuk mengubah situasi itu.'

Heo Jeong Min juga mengungkap bahwa mereka sering kali menerima tekanan untuk menyesuaikan diri dengan keinginan orang lain dan tidak pernah memiliki kebebasan untuk menolak atau membuat keputusan sendiri.

'Kita sering kali menerima tekanan untuk menyesuaikan diri dengan keinginan orang lain,' kata Heo Jeong Min.'Tapi kita tidak pernah memiliki kebebasan untuk menolak atau membuat keputusan sendiri.'

Ringkasan

Heo Jeong Min, Kang Rae Yeon, dan Seo Jae Kyung membuka kulkas krisis korupsi yang dialami para bintang cilik di industri hiburan

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru