counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Musik Radikal dari Gerakan Protesnya Kanye: Anak Muda Bersuara!

29 September 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Musik Radikal dari Gerakan Protesnya Kanye: Anak Muda Bersuara!

Sematan Media Terkait

Guys, inget gak demo di Kenya tahun 2024 gara-gara pajak yang gak jelas? Banyak banget korban jiwa, terutama dari tindakan polisi. Tapi, anak muda Kenya gak nyerah! Mereka tetep turun ke jalan buat nuntut keadilan, berantas korupsi, dan ngadepin mahalnya hidup. Nah, pas lagi panas-panasnya isu ini, band legendaris Just a Band comeback di acara Africa Is a Country. Pas banget, edisi cetak pertama mereka ngebahas 15 tahun protes di Afrika!

Just a Band, yang dipimpin sama Blinky Bill, emang selalu punya pesan politik di musik mereka. Contohnya lagu "Ha-He" (2009) yang video klipnya viral banget dan nyindir pemerintah Kenya. Kata Blinky Bill, di lagu itu ada lirik yang bilang pemerintah itu gak peduli, jadi mendingan melihara anjing buat jaga diri.

Shem Obara*

Sebagai solois, Blinky Bill juga punya lagu "Dracula" (2023) yang lebih dark dan ngena banget sama kondisi protes sekarang. Liriknya kayak foreshadowing gitu, bilang kalo pemerintah gak dengerin rakyat, ya rakyat juga gak bakal dengerin pemerintah. Demo tahun ini makin panas di kota-kota besar Kenya, sampe ada gedung pemerintah yang dibakar dan banyak lagi korban jiwa.

Mutinda Kilonzo dari Qwani, kolektif seni anak muda di Nairobi, bilang kalo protes ini justru bikin banyak ide kreatif bermunculan. Qwani ngenalin gue sama lagu "Maandamano" dari Bien (Sauti Sol) featuring rapper Breeder LW. Lagu ini dirilis tahun lalu, tapi viral lagi pas anniversary demo 25 Juni kemarin. Liriknya ngebahas tentang kejadian demo sebelumnya.

Captured By Odede*

"Maandamano" itu artinya protes dalam bahasa Swahili. Breeder nge-rap tentang korban yang meninggal dan semangat buat terus berjuang. Mereka bangga jadi anak muda yang gak peduli suku atau partai. Sementara itu, Bien nyanyi "maandamano" dengan gaya yang khas, kayak nyiram bensin ke api semangat para demonstran. Lagunya asik banget dengan sentuhan Afrobeats dan ada suara-suara dari demo, kayak teriakan "Ruto harus pergi!" dan pertanyaan seorang senator "Gimana caranya nyemprot gas air mata ke orang keren?" Gokil! Sampe sekarang, "Maandamano" udah ditonton lebih dari 2.3 juta kali di YouTube.

Ada juga lagu "June 25th" dari rapper Octopizzo yang lebih sedih dan melankolis. Lagu ini buat mengenang korban yang meninggal pas demo di depan Gedung Parlemen Nairobi tahun lalu. Musiknya bikin merinding dan liriknya ngena banget. Octopizzo nyanyi tentang kesedihan dan keyakinan mereka buat memperjuangkan keadilan. Setiap refrain "June 25th" diakhiri dengan tiga suara tembakan.

Tapi, gak semua lagu protes di Kenya itu serius banget. Ada juga "Risasi ya Mguu" dari Arnold Malcolm yang nyindir ucapan Ruto soal polisi harus nembak kaki para perusuh pas demo. Di TikTok, banyak anak kecil joget sambil pura-pura pincang dan ditembak. Kocak abis!

Tresor Birhange dari Qwani bilang kalo dulu banyak anak muda yang udah gak peduli sama negara dan politik. Tapi, seni jadi cara buat mereka bersuara dan ngerasa punya tanggung jawab buat bertindak.

Loosies: Lagu-lagu keren lain dari diaspora yang wajib lo dengerin:

Blinky Bill, "Bella": Lagu duet Blinky Bill sama Lisa Odour-Noah yang sentimental banget. Vibes-nya kayak gitaris legendaris Kongo, Franco!

Vghn and Terra D’Governor, "Jab Decisions": Lagu soca dari Grenada yang ngerayain tradisi Jab Jab yang berasal dari Afrika. Beat-nya bikin pengen joget!

Dash, "Last Drop": Lagu perayaan karnaval Spicemas di Grenada yang jadi simbol perlawanan terhadap perbudakan.

Made in Africa adalah rubrik bulanan dari Rolling Stone yang ngebahas kehidupan, keresahan, dan inovasi musisi Afrika dari sudut pandang mereka. Jangan lupa dengerin lagu-lagu yang udah kita bahas di playlist Made In Africa!

Ringkasan

Protes anak muda di Afrika Timur ternyata bisa jadi sumber inspirasi seni yang keren abis!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru