
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Ne-Yo, seorang bintang R&B pemenang Grammy, telah digugat oleh seorang wanita yang menyatakan bahwa anjingnya menyerangnya tanpa provokasi ketika ia mencoba untuk mengantarkan sebuah paket ke rumah Ne-Yo di Georgia. Wanita tersebut, Dominique Bridgett, mengklaim bahwa anjing Ne-Yo melompat dan menggigitnya pada tanggal 12 Juli 2025, ketika ia mencoba untuk mengantarkan paket ke rumah Ne-Yo di Alpharetta, di luar Atlanta. Bridgett menyatakan bahwa Ne-Yo, yang nama aslinya adalah Shaffer Chimere Smith, mengetahui bahwa anjingnya memiliki riwayat perilaku agresif tetapi gagal untuk menahan anjing tersebut sesuai dengan hukum pengendalian hewan.
Menurut gugatan yang diajukan, Bridgett menyatakan bahwa ia melakukan perjalanan secara sah untuk mengantarkan paket tersebut, tetapi anjing Ne-Yo tiba-tiba dan tanpa peringatan menyerangnya, menyebabkan cedera tubuh yang parah, nyeri, kejutan, dan gangguan. Bridgett juga menyatakan bahwa ia telah menghabiskan $9.039,50 untuk biaya pengobatan dan bahwa kerugianannya juga termasuk nyeri dan penderitaan di masa depan, serta kehilangan kapasitas untuk menikmati hidup. Seorang juru bicara untuk Smith tidak segera merespon permintaan komentar.
Gugatan ini datang setelah seorang pembantu rumah tangga menuntut bintang R&B Chris Brown setelah diserang oleh anjing di rumah Brown di Los Angeles pada tahun 2020. Dalam kasus tersebut, juri memberikan Maria Avila $13 juta dalam ganti rugi pada bulan Juni. Avila memberikan kesaksian emosional selama persidangan dua minggu, pecah di pangkuan saksi ketika ia mengatakan bahwa serangan tersebut meninggalkannya dengan cedera parah pada lengan dan wajah, luka bakar yang luas, dan gangguan stres pasca-trauma.
Bridgett menyatakan bahwa ia tidak melakukan apa-apa untuk memicu serangan anjing tersebut. Ia juga menyatakan bahwa ia telah mengalami cedera tubuh yang parah dan bahwa kerugianannya juga termasuk nyeri dan penderitaan di masa depan, serta kehilangan kapasitas untuk menikmati hidup. Gugatan ini menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemilik hewan peliharaan dalam kasus-kasus seperti ini dan bagaimana hukum dapat membantu untuk melindungi korban serangan hewan peliharaan.
Lebih lanjut, gugatan ini juga menyoroti pentingnya bagi pemilik hewan peliharaan untuk mengetahui tentang riwayat perilaku hewan peliharaan mereka dan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah serangan seperti ini terjadi. Dalam kasus Ne-Yo, Bridgett menyatakan bahwa Ne-Yo mengetahui tentang riwayat perilaku agresif anjingnya tetapi gagal untuk menahan anjing tersebut sesuai dengan hukum pengendalian hewan. Ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah Ne-Yo telah melakukan kesalahan dengan tidak mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah serangan tersebut.
Di sisi lain, peristiwa ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana hukum dapat membantu untuk melindungi korban serangan hewan peliharaan. Dalam kasus Avila, juri memberikan Avila $13 juta dalam ganti rugi, yang menunjukkan bahwa hukum dapat membantu untuk memberikan kompensasi kepada korban serangan hewan peliharaan. Namun, peristiwa ini juga menimbulkan pertanyaan tentang apakah hukum telah melakukan enough untuk melindungi korban serangan hewan peliharaan dan apakah ada langkah-langkah lain yang dapat diambil untuk mencegah serangan seperti ini terjadi.
Terlepas dari semua pertanyaan yang timbul, yang jelas adalah bahwa peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan dan keamanan masyarakat. Serangan hewan peliharaan dapat menyebabkan cedera tubuh yang parah dan bahkan kematian. Oleh karena itu, penting bagi pemilik hewan peliharaan untuk mengetahui tentang riwayat perilaku hewan peliharaan mereka dan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mencegah serangan seperti ini terjadi.
Wanita tersebut menyatakan bahwa anjing Ne-Yo menggigitnya tanpa provokasi