
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Noah Kahan telah membuat posisi jelas bahwa dia tidak akan pernah menyetujui penggunaan musiknya untuk mendukung pemerintahan Trump. Hal ini terjadi setelah Gedung Putih memposting serangkaian foto di Instagram yang menampilkan Presiden Donald Trump mengunjungi situs tes General Motors di Michigan. Selama kunjungannya, presiden tersebut memanfaatkan kesempatan untuk mempromosikan tarif kontroversialnya di industri otomotif dan mengepalkan tinjunya sambil menyaksikan balap drag. Foto-foto tersebut diiringi dengan lagu 'American Cars' milik Kahan, sebuah lagu yang dia tulis untuk saudara perempuannya, Sasha, tentang bagaimana dia menjadi solusi masalah keluarga.
Setelah sejumlah penggemar mengabarkan kepada Kahan dengan menandainya di komentar, penyanyi tersebut membalas pada hari Selasa dan menulis: 'Saya tidak akan pernah menyetujui penggunaan musik saya untuk mendukung Anda atau pemerintahan ini.' Perwakilan dari Kahan dan Gedung Putih belum menjawab permintaan komentar dari Rolling Stone. Pemerintahan Trump telah menarik kemarahan sejumlah besar musisi karena menggunakan musik mereka, seringkali tanpa izin. Pada Juli, Katy Perry mengkritik pemerintahan setelah akun TikTok Gedung Putih menggunakan lagu hitnya 'Firework' pada video serangan militer.
Pada bulan sebelumnya, Ariana Grande menuntut pemerintahan untuk berhenti menggunakan musiknya dalam video Immigration and Customs Enforcement di TikTok yang menampilkan agen federal menangkap dan menangkap orang-orang. Di bagian komentar postingan tersebut, dia menulis: 'Tolong jangan pernah menggunakan musik saya dalam kaitannya dengan kekejian, kebiadaban, dan kegilaan ini.' Noah Kahan dan para musisi lainnya terus menentang penggunaan musik mereka oleh pemerintahan Trump, menunjukkan bahwa isu ini tidak akan segera hilang. Kritik terhadap pemerintahan ini mencerminkan keinginan para musisi untuk menjaga kontrol atas karya mereka dan tidak ingin terlibat dalam promosi agenda politik yang bertentangan dengan nilai-nilai mereka.
Perdebatan tentang penggunaan musik dalam kampanye politik dan promosi pemerintahan telah berlangsung lama dan menimbulkan pertanyaan tentang etika dan hukum yang terkait. Banyak musisi merasa bahwa penggunaan musik mereka tanpa izin adalah pelanggaran hak cipta dan merusak integritas artistik mereka. Noah Kahan dan Katy Perry bukanlah satu-satunya musisi yang menentang penggunaan musik mereka oleh pemerintahan Trump; ada daftar panjang musisi yang telah menyatakan ketidaksetujuan mereka. Ini menunjukkan bahwa komunitas musik bersatu dalam perlawanan terhadap praktik yang dianggap tidak etis oleh pemerintahan.
Peristiwa ini juga menarik perhatian pada hubungan antara musik, politik, dan kebudayaan. Musik sering digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi opini publik dan membangkitkan emosi, namun penggunaan musik tanpa izin dapat merusak citra musisi dan mempengaruhi pandangan penggemar tentang pemerintahan. Dalam kasus Noah Kahan, penggunaan 'American Cars' dalam video promosi Trump menimbulkan reaksi negatif yang besar dari penggemar dan komunitas musik. Ini menunjukkan betapa pentingnya bagi pemerintahan untuk memahami dan menghormati hak-hak musisi dan menghindari penggunaan musik tanpa izin.
Di masa depan, kemungkinan besar kita akan melihat lebih banyak musisi yang berbicara menentang penggunaan musik mereka dalam konteks politik. Dengan meningkatnya kesadaran tentang hak cipta dan etika, para musisi akan terus memperjuangkan kontrol atas karya mereka dan menuntut pemerintahan untuk menghormati keputusan mereka. Noah Kahan dan para musisi lainnya telah menunjukkan bahwa mereka tidak akan diam dalam menghadapi penggunaan musik mereka yang tidak sah, dan ini akan terus menjadi topik perdebatan yang hangat dalam industri musik dan politik.
Kritik Noah Kahan terhadap pemerintahan Trump juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pemerintahan harus berinteraksi dengan komunitas musik dan seni. Pemerintahan harus memahami bahwa musik dan seni bukanlah alat yang dapat digunakan sembarangan untuk mempromosikan agenda politik, melainkan merupakan ekspresi budaya dan artistik yang memiliki nilai dan makna yang mendalam bagi para penciptanya. Dengan memahami dan menghormati hal ini, pemerintahan dapat membangun hubungan yang lebih sehat dengan komunitas musik dan seni, serta menghindari kontroversi yang tidak perlu.
Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan banyak kasus kontroversial yang melibatkan penggunaan musik dalam kampanye politik dan promosi pemerintahan. Noah Kahan dan Katy Perry hanyalah beberapa contoh musisi yang berani menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap penggunaan musik mereka tanpa izin. Ini menunjukkan bahwa komunitas musik siap untuk memperjuangkan hak-hak mereka dan menentang praktik yang dianggap tidak etis. Dengan demikian, kita dapat mengharapkan perdebatan ini akan terus berlanjut dan mempengaruhi cara pemerintahan berinteraksi dengan musik dan seni di masa depan.
Pemerintahan menggunakan 'American Cars' milik Kahan untuk mengiringi foto-foto kunjungan Presiden ke situs tes General Motors