counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Parah! Tentara Lecehin Adik Temen yang Lagi Bobo, Keputusan Pengadilan Bikin Netizen Emosi!

09 November 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Parah! Tentara Lecehin Adik Temen yang Lagi Bobo, Keputusan Pengadilan Bikin Netizen Emosi!

Geger nih! Keputusan pengadilan baru-baru ini tentang kasus tentara yang lecehin adik temennya sendiri pas lagi tidur, langsung bikin rame dan bikin netizen Korea emosi di berbagai forum online.

Netizen pada bertanya-tanya, kok bisa ya kasus seberat ini hukumannya cuma ditangguhkan? Gak masuk akal banget!

Menurut keputusan pengadilan, pelaku awalnya lagi minum-minum bareng temennya (kakak korban) dan korban di rumah korban. Terus, subuh-subuh dia masuk ke kamar korban dan ngelakuin pelecehan pas korban lagi gak sadar.

Waktu kejadian, pelaku masih aktif jadi tentara dan udah dipecat sebagai hukuman. Pengadilan bilang perbuatan pelaku termasuk dalam kategori "quasi-rape", yaitu tindakan pelecehan seksual saat korban gak bisa nolak karena mabuk atau kondisi serupa. Hukuman buat kasus ini sama beratnya kayak kasus pemerkosaan sesuai hukum di Korea.

Jaksa penuntut bilang, pelaku udah ngelanggar kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun. Apalagi dia diundang ke rumah itu karena deket sama kedua kakak beradik.

Tapi, pengadilan malah ngasih hukuman satu tahun enam bulan penjara, tapi ditangguhkan selama tiga tahun. Artinya, dia gak bakal dipenjara kalau gak ngelakuin kesalahan lagi selama masa penangguhan.

Alasannya, pengadilan bilang pelaku udah ngakuin perbuatannya, nyesel, dan belum pernah ngelakuin kejahatan sebelumnya. Mereka juga nyebutin kalau pelaku ngaku ngelakuin itu karena mabuk dan gak direncanain. Korban dan pelaku juga udah damai secara finansial dengan bayaran ₩40.0 juta KRW (sekitar $27,500 USD), yang dianggap pengadilan sebagai faktor penting.

Keputusan ini langsung menuai kecaman pedas, apalagi pengadilan juga ngebebasin dia dari persyaratan standar kayak pengungkapan informasi pribadi ke publik dan larangan kerja di deket anak di bawah umur.

  • "Kalau ada orang ngelakuin itu secara 'impulsif', dia bukan manusia, tapi binatang. Hakim-hakim ini terlalu kasihan sama penjahat."
  • "Bangsat!"
  • "Kalau gue nonjok hakim secara 'impulsif', apa gue bakal dibebasin juga?"
  • "Uang damai 40 juta won itu jelas jadi alasan kenapa ini terjadi."
  • "Kenapa impulsif bisa ngurangin hukuman? Direncanain atau enggak, tetep aja kejahatan yang sama."
  • "Hakim macam apa yang ngasih hukuman ditangguhkan buat kasus kayak gini?"
  • "Mereka ngomongin apaan sih? Serius deh."

Ringkasan

Keputusan hukumannya bikin netizen murka abis!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru