
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Geger nih! Keputusan pengadilan baru-baru ini tentang kasus tentara yang lecehin adik temennya sendiri pas lagi tidur, langsung bikin rame dan bikin netizen Korea emosi di berbagai forum online.
Netizen pada bertanya-tanya, kok bisa ya kasus seberat ini hukumannya cuma ditangguhkan? Gak masuk akal banget!
Menurut keputusan pengadilan, pelaku awalnya lagi minum-minum bareng temennya (kakak korban) dan korban di rumah korban. Terus, subuh-subuh dia masuk ke kamar korban dan ngelakuin pelecehan pas korban lagi gak sadar.
Waktu kejadian, pelaku masih aktif jadi tentara dan udah dipecat sebagai hukuman. Pengadilan bilang perbuatan pelaku termasuk dalam kategori "quasi-rape", yaitu tindakan pelecehan seksual saat korban gak bisa nolak karena mabuk atau kondisi serupa. Hukuman buat kasus ini sama beratnya kayak kasus pemerkosaan sesuai hukum di Korea.
Jaksa penuntut bilang, pelaku udah ngelanggar kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun. Apalagi dia diundang ke rumah itu karena deket sama kedua kakak beradik.
Tapi, pengadilan malah ngasih hukuman satu tahun enam bulan penjara, tapi ditangguhkan selama tiga tahun. Artinya, dia gak bakal dipenjara kalau gak ngelakuin kesalahan lagi selama masa penangguhan.
Alasannya, pengadilan bilang pelaku udah ngakuin perbuatannya, nyesel, dan belum pernah ngelakuin kejahatan sebelumnya. Mereka juga nyebutin kalau pelaku ngaku ngelakuin itu karena mabuk dan gak direncanain. Korban dan pelaku juga udah damai secara finansial dengan bayaran ₩40.0 juta KRW (sekitar $27,500 USD), yang dianggap pengadilan sebagai faktor penting.
Keputusan ini langsung menuai kecaman pedas, apalagi pengadilan juga ngebebasin dia dari persyaratan standar kayak pengungkapan informasi pribadi ke publik dan larangan kerja di deket anak di bawah umur.
Keputusan hukumannya bikin netizen murka abis!