
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Pemimpin kelompok musik Xdinary Heroes, Gunil, mengakui telah membuat ucapan kasar terhadap penggemar yang berlebihan dan mengkonfirmasi kontrak eksklusifnya dengan JYP Entertainment telah dihentikan.
Ucapan kasar tersebut, namun, ditujukan kepada penggemar yang berlebihan atau "sasaeng fans," yang mengganggu privasi selebriti, jelas Gunil.
Gunil menyatakan bahwa ia telah alami gangguan privasinya oleh penggemar yang berlebihan lebih awal tahun ini, termasuk invasi ke rumah grup dan penginstalan perangkat pantauan di sebuah kendaraan.
Ia juga menyatakan bahwa ia telah mengalami kesulitan emosional akibat komentar jahat yang muncul setelah konser grup di bulan Juni.
Gunil menekankan bahwa ucapan kasarnya itu tidak ditujukan kepada penggemar grup secara keseluruhan, tetapi hanya kepada "beberapa penggemar yang berlebihan yang mengganggu privasinya dan meninggalkan komentar bermusuhan tanpa cela."
Namun, ia juga menjelaskan bahwa "fakta bahwa saya membuat ucapan kasar itu tidak berubah, terlepas dari niat saya. Saya minta maaf kepada semua orang yang kecewa atau terluka akibat ucapan kasar saya itu."
JYP Entertainment mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan kontrak eksklusif dengan Gunil berdasarkan kesepakatan bersama.
Xdinary Heroes akan terus melakukan kegiatan sebagai kelompok musik dengan lima anggota.
"Selama saya menjadi anggota Xdinary Heroes, saya dengan sungguh-sungguh peduli dan mencintai anggota grup dan selalu berterima kasih atas cinta yang diberikan oleh fans Villains," kata Gunil, merujuk pada fandom grup. Ia juga meminta fans untuk terus mendukung anggota yang tersisa.
"Saya sangat ingin tetap menjadi anggota XH dan melindungi tim enam anggota. Namun, saya memutuskan untuk mengikuti keputusan perusahaan," tambahnya.
Gangguan privasi oleh penggemar yang berlebihan adalah masalah yang serius dan telah menjadi perhatian besar oleh industri hiburan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa masih perlu upaya untuk menjaga privasi selebriti dan mengatasi perilaku menakutkan dari beberapa penggemar.
Sebagai contoh, pada tahun 2020, idola K-pop BTS telah mengalami gangguan privasi oleh penggemar yang berlebihan, termasuk invasi ke kediaman mereka dan penginstalan perangkat pantauan.
Gangguan privasi ini bukan hanya mengganggu privasi selebriti, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya bagi keamanan dan kesehatan mereka.
Oleh karena itu, industri hiburan harus meningkatkan kesadaran tentang hak privasi selebriti dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi mereka dari gangguan.
Pemimpin Xdinary Heroes, Gunil, mengakui telah membuat ucapan kasar terhadap pengembarker yang berlebihan dan mengkonfirmasi kontrak eksklusifnya dengan JYP Entertainment telah dihentikan. Ucapan kasar tersebut, namun, ditujukan kepada penggemar yang berlebihan atau "sasaeng fans," yang mengganggu privasi selebriti, jelas Gunil.