
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Pengacara Sting akhirnya buka suara soal tuntutan royalti yang dilayangkan mantan rekan-rekan bandnya di The Police. Katanya sih, mereka malah mungkin udah kelebihan bayaran! Gokil!
Jadi gini, guys, menurut The New York Times, drummer The Police, Stewart Copeland, dan gitaris Andy Summers menggugat Sting di pengadilan London. Mereka merasa belum dibayar penuh atas "biaya aransemen" dari pemanfaatan digital lagu-lagu The Police. Jumlahnya? Katanya sih, lebih dari $2 juta, atau sekitar 30 miliar rupiah! Edan!
Tapi, pengacara Sting nggak tinggal diam. Mereka bilang, Sting dan kawan-kawan udah sepakat soal "biaya aransemen" ini di tahun 2016, buat nyelesaiin masalah royalti lagu The Police yang dipake di TV dan film. Jadi, tuntutan ini dianggap nggak berdasar.
Tim pengacara Sting juga bilang, tuntutan ini cuma akal-akalan buat ngubah perjanjian tahun 2016. Bahkan, mereka berani bilang Sting udah "kebanyakan bayar" Copeland dan Summers berdasarkan interpretasi perjanjian awal! Wah, panas nih!
Konflik ini udah lama banget, guys, dari awal The Police terbentuk tahun 1977. Dulu, Sting setuju buat bayar Copeland dan Summers "15 persen dari royalti" lagu-lagu yang dia tulis buat band. Perjanjian ini disahkan tahun 1981 dan direvisi tahun 1997, setelah Copeland dan Summers merasa kurang dibayar. Nah, tiga dekade kemudian, mereka bikin perjanjian baru yang sekarang jadi masalah.
Sebagai gambaran, Sting bisa dapet sekitar 740 ribu dolar AS (sekitar 11 miliar rupiah) per tahun dari royalti lagu hits The Police, "Every Breath You Take", karena dia pencipta lagunya. Ngeri!
Balasan pengacara Sting atas tuntutan royalti yang diajukan Stewart Copeland dan Andy Summers. Waduh, drama royalti band lawas nih!