counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Pengakuan Ahli Taman Budaya di Indonesia

12 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Pengakuan Ahli Taman Budaya di Indonesia

Berikut adalah pengakuan dari beberapa Ahli Taman Budaya di Indonesia tentang kondisi buruk pekerjaan dan korupsi yang dialami sebagai aktor cilik di masa lalu.

Pada tanggal 10 Juli, Channel YouTube B-Level Studio mengupload video berjudul, “Saya pasti melihat ini cukup lama yang lalu…Saya telah mengundang aktor cilik populer dari generasi sebelumnya! | EP.31 Heo Jeong Min, Kang Rae Yeon, Seo Jae Kyung.”

Dalam video tersebut, Kang Rae Yeon menyatakan, Kita tidak pernah ditangani seperti aktor cilik saat ini, serta tidak memiliki penilaian atau perlindungan bagi aktor cilik.

Beliau juga menambahkan, Aktor cilik saat ini menghasilkan jumlah besar, sementara ketika kami masih cilik, terdapat sistem klasifikasi aktor cilik. Karena penghasilan kami tergantung pada klasifikasi itu, bahkan jika kami populer, kami tidak menghasilkan banyak.

Heo Jeong Min menambahkan, Klasifikasi ini mulai dari 1 hingga 5, dengan mereka yang paling sukses berada pada klasifikasi 5 dan mereka yang paling tidak populer berada pada klasifikasi 1.

Kang Rae Yeon menyatakan, Bayaran tertinggi yang kami terima adalah sebesar 2.500.000KRW (sekitar 167 USD) per episode. Dia juga mengingatkannya bahwa aktor cilik terkadang harus melakukan syuting pada malam hari dan setelah itu melakukan syuting pada pagi hari untuk mencapai efek yang diinginkan. Dia juga mengatakan bahwa ketika ini terjadi, mereka tidak pernah mendapatkan waktu untuk istirahat dan perlu melakukan syuting dengan cepat.

Seo Jae Kyung mengungkapkan, Ini tampaknya era korupsi di masa lalu. Dia juga menyebutkan bahwa ketika melakukan kesalahan, mereka tidak hanya dipukul dengan lembut tapi juga ditekan cukup keras. Beliau menambahkan,Di zaman itu, mereka melakukan korupsi yang sangat serius sehingga mereka mengakui bahwa mereka meminta hadiah dari ibu-ibu aktor cilik untuk meningkatkan klasifikasi mereka.

Heo Jeong Min juga menambahkan, Mereka menyerap banyak uang dari ibu-ibu aktor cilik yang berjanji untuk meningkatkan klasifikasi mereka.

Dia juga mengatakan bahwa aktor cilik saat itu tidak pernah mendapatkan hak-hak mereka sebagai anak. Beliau menambahkan,Bayi-bayi yang baru saja lahir juga mungkin pernah ditikam, tapi itu sekarang tidak dapat lagi terjadi.

Heo Jeong Min juga menyebutkan bahwa aktor cilik tidak pernah diberi kesempatan untuk meningkatkan keterampilan mereka. Beliau menambahkan,Di saat-saat yang sulit, para penguasa itu terus mencari cara untuk mendapatkan kekuasaan.

Para ahli taman budaya ini juga mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan hak-hak mereka sebagai anak. Beliau menambahkan,Para penguasa yang tidak adil telah memanfaatkan anak-anak dari mereka sebagai pengikut.

Kang Rae Yeon juga mengatakan bahwa para penguasa tidak pernah peduli pada kesejahteraan aktor cilik. Beliau menambahkan,Mereka hanya ingin mencari keuntungan dari mereka.

Para ahli taman budaya ini juga mengatakan bahwa mereka tidak pernah dapat meningkatkan keterampilan mereka. Beliau menambahkan,Mereka hanya dapat belajar dari hal-hal yang salah.

Tapi, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, masa itu telah berlalu. Sekarang, para aktor cilik memiliki hak-hak mereka seperti anak-anak lainnya. Mereka dapat meningkatkan keterampilan mereka dan memiliki hak-hak sebagai manusia.

Mengenai peran aktor cilik dan penularan budaya, Heo Jeong Min menyatakan, Para penguasa harus mengakhiri budaya kekerasan terhadap anak-anak.

Para ahli taman budaya ini juga mengatakan bahwa mereka ingin menyampaikan pesan ke orang-orang yang belum menyadari betapa pentingnya hak-hak anak-anak. Mereka menambahkan,Mereka harus menyadari bahwa anak-anak memiliki hak-hak yang sama seperti orang dewasa.

Para aktor cilik memilih untuk menyampaikan pesan ini karena mereka ingin membangun lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak. Mereka juga ingin mengajarkan anak-anak tentang betapa pentingnya hak-hak mereka.

Para ahli taman budaya ini juga mengatakan bahwa mereka ingin menyampaikan pesan ini kepada para penguasa agar mereka menyadari betapa pentingnya hak-hak anak-anak. Mereka menambahkan,Mereka harus menghormati hak-hak anak-anak sebagai manusia.

Para ahli taman budaya ini juga ingin menyampaikan pesan ini ke para orang tua agar mereka menyadari betapa pentingnya hak-hak anak-anak. Mereka menambahkan,Orang tua harus menghormati hak-hak anak-anak.

Para ahli taman budaya ini juga ingin menyampaikan pesan ini ke masyarakat agar mereka menyadari betapa pentingnya hak-hak anak-anak. Mereka menambahkan,Masyarakat harus menghormati hak-hak anak-anak.

Para ahli taman budaya ini juga ingin menyampaikan pesan ini ke para pemerintah agar mereka menyadari betapa pentingnya hak-hak anak-anak. Mereka menambahkan,Pemerintah harus menghormati hak-hak anak-anak.

Para ahli taman budaya ini juga ingin menyampaikan pesan ini ke para organisasi non pemerintah agar mereka menyadari betapa pentingnya hak-hak anak-anak. Mereka menambahkan,Organisasi non pemerintah harus menghormati hak-hak anak-anak.

Ringkasan

Pengakuan Ahli Taman Budaya di Indonesia tentang kondisi buruk pekerjaan dan korupsi yang dialami sebagai aktor cilik di masa lalu.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru