counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Penggemar Kpop BTS Tolak Penghargaan Grammy, Apa Yang Terjadi Selanjutnya?

30 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Penggemar Kpop BTS Tolak Penghargaan Grammy, Apa Yang Terjadi Selanjutnya?

Pengumuman bahwa grup BTS tidak akan mengirimkan musik mereka untuk dipertimbangkan dalam Grammy Awards tahun depan telah memicu perdebatan tentang bagaimana musik harus dinilai. Apakah musik harus dinilai berdasarkan wilayah atau bahasa, atau apakah kategori penghargaan yang berdasarkan ras dan wilayah dapat mempromosikan keberagaman atau justru merusak prinsip penilaian musik berdasarkan kelebihannya.

Keputusan ini diumumkan melalui postingan serupa di akun media sosial masing-masing anggota BTS, yang menyatakan bahwa mereka akan melewatkan pertimbangan Grammy dengan harapan bahwa musik dapat didengar dan diterima apa adanya, tanpa memandang wilayah atau bahasa.

Stephanie Choi, seorang profesor asisten etnomusikologi di University of Colorado Boulder, berpendapat bahwa mengkategorikan musisi berdasarkan ras daripada karakteristik musik dapat merusak prinsip penilaian yang sama. Ia menyatakan bahwa tidak ada justifikasi bagi Grammy untuk menggunakan kategorisasi seperti itu.

Critik atas struktur penghargaan dan voting Grammy telah lama ada. Pada tahun 1989, komunitas hip-hop melakukan boikot atas upacara penghargaan setelah kategori baru untuk penampilan hip-hop terbaik dikecualikan dari siaran langsung. Jay-Z juga melewatkan acara penghargaan pada tahun 1999 untuk mendukung DMX.

Keputusan BTS ini juga memicu reaksi kuat dari penggemar, beberapa di antaranya melihatnya sebagai sikap prinsipil melawan kecenderungan Grammy untuk mengkategorikan musisi Asia secara terpisah dari arus utama.

Ashleigh Wojciechowski, seorang penggemar BTS dari Amerika Serikat, menggambarkan kategori baru untuk pop musik Asia sebagai 'inherently racist and outdated'. Ia percaya bahwa BTS kemungkinan merasakan hal yang sama, bahwa mereka terus-menerus dimasukkan ke dalam kotak-kotak dan kategori karena Grammy tidak ingin memberikan perhatian yang mereka perlukan.

Recording Academy sendiri membela kategori baru tersebut, mengatakan bahwa kategori itu dimaksudkan untuk memperluas pengakuan dan bukan untuk memisahkan musisi Asia. Dalam pernyataan yang dikeluarkan, CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. menghormati keputusan grup tetapi menekankan bahwa kategori baru itu dibuat untuk merayakan kedalaman, keberagaman, dan pertumbuhan luar biasa dari kesenian pop yang berasal dari Asia.

Pendapat tentang masalah ini sebenarnya lebih kompleks. Beberapa kritikus musik berpendapat bahwa isu ini tidak hanya tentang memisahkan musisi Asia, melainkan juga tentang bagaimana musik harus dinilai dan diapresiasi.

Lim Hee-yun, seorang kritikus musik, menyatakan bahwa sulit untuk menyimpulkan bahwa Recording Academy secara sengaja mencoba untuk memarjinalkan musisi Asia. Ia berpendapat bahwa Grammy harus dipahami terlebih dahulu sebagai sebuah acara penghargaan Amerika, bukan sebagai lembaga global.

Meskipun demikian, perdebatan ini tetap menarik perhatian banyak pihak, terutama mengenai bagaimana Grammy memandang dan menilai musik dari berbagai belahan dunia. Tentu, masih banyak hal yang perlu dibahas dan dipertimbangkan dalam menilai musik dan memberikan penghargaan.

Perdebatan ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya memahami konteks dan latar belakang setiap peristiwa, terutama dalam industri musik yang dinamis dan beragam. ApRESIASI musik tidak bisa dipisahkan dari pemahaman akan keragaman budaya dan sosial yang membentuknya.

Bagaimana Grammy akan menanggapi keputusan BTS dan perdebatan yang sedang berlangsung? Apakah mereka akan merevisi kategorisasi dan proses penilaian mereka? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menunggu jawaban, tetapi yang jelas adalah bahwa perdebatan ini telah membuka diskusi yang lebih luas tentang bagaimana kita memandang dan menilai musik di era modern ini.

Ringkasan

Penggemar Kpop BTS memutuskan untuk tidak mengirimkan musik mereka untuk dipertimbangkan dalam Grammy Awards tahun depan. Hal ini memicu perdebatan tentang bagaimana musik harus dinilai, apakah berdasarkan wilayah atau bahasa.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru