
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Peristiwa tragis Kapal Sewol pada tahun 2014 masih menyisakan luka yang dalam bagi penghuni yang selamat. Dalam sebuah postingan pada Threads, mantan ketua komite kepresidenan Asosiasi Keluarga Penderita Bencana Kapal Sewol, Yoo Gyoung Geun, mengungkapkan kabar meninggalnya penghuni. "Mereka telah berusaha untuk mencari kebahagiaan, namun mereka masih harus bertanggung jawab kepada mereka yang telah berlakukan hal yang sama." Dalam kata-kata Yoo Gyoung Geun, Sohee, salah satu korban yang selamat, telah mengalami penderitaan yang luar biasa setelah tragedi. Pada bulan Juni 2026, Sohee telah mengunjungi keesokan harinya untuk mengenang teman-temannya di Haneul Park, Ansan. Yoo Gyoung Geun berharap bahwa masyarakat tidak akan mengucapkan hal yang sama dengan mudah dan tidak melakukan kejahatan terhadap tubuh dan pikiran mereka. Ia berharap mereka bisa hidup dengan normal seperti orang lain, dengan tidak merasa bersalah dan tidak dirundung rasa kehilangan. Hanya itu yang dapat dilihat sebagai hal yang sulit, yaitu menjalankan kehidupan yang biasa seperti sebagian besar orang, bisa jadi kehidupan seperti itu tidaklah mungkin. Dalam postingannya di sosial media, Yoo Gyoung Geun menulis tentang bagaimana Sohee telah mencoba untuk mengikuti teman-temannya dengan penderitaan yang luar biasa. Ia berbicara tentang bagaimana Sohee telah mengalami penolakan dari mereka yang masih hidup karena mereka sendiri telah menjadi pahlawan yang terluka. Yoo Gyoung Geun berharap bahwa masyarakat dapat memahami bagaimana sebenarnya Sohee telah hidup dan menghadapi masalah yang sama untuk mereka yang masih hidup. Tidak perlu dikatakan, Sohee akan memperoleh perhatian besar dari mereka yang mengetahui keadaan penderitaannya. Mereka akan mengucapkan rasa belasungkawa dan mengingat keberanian Sohee untuk menghadapi semua hal dengan berani. Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa tragedi Kapal Sewol telah menjadi bagian dari sejarah Korea yang pahit. Namun, ada satu hal yang masih diperdebatkan: bagaimana pengaruhnya terhadap mereka yang selamat dari tragedi. Apakah mereka benar-benar bisa mengatasi semua stres dan trauma yang mereka alami dalam masa depan? Dalam konteks di atas, Yoo Gyoung Geun berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengaruh tragedi Kapal Sewol terhadap mereka yang selamat. Ia ingin mereka mengetahui bahwa tidak hanya korban yang tewas yang harus diingat dan dihormati, tetapi juga penderita mereka yang masih hidup. Tidak mudah mengungkapkan dan menunjukkan perasaan yang mendalam dari mereka yang masih hidup. Tapi, kita harus ingat bahwa Sohee telah melakukan hal yang sangat sulit dalam menghadapi semua hal dalam kehidupannya, dan kita harus menghargai keberaniannya. Sekarang, mari kita berharap bahwa mereka yang selamat dari tragedi Kapal Sewol dapat menemukan kebahagiaan dan keceriaan dalam hidup mereka. Dan kita berharap bahwa mereka dapat terus menjalankan kehidupan yang berwarna dan berwarna, tanpa pernah melupakan peristiwa tragis yang pernah mereka alami.
Pada tanggal 16 April 2014, Kapal Sewol meluncurkan perjalanan kehilangan yang tidak pernah terduga, yang menyebabkan harta karun yang pahit dari jiwa yang terluka dalam kehidupan sehari-hari.