
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Yujin, anggota grup idola IVE, menjadi perhatian publik setelah dilaporkan bahwa ia terpilih sebagai pemenang lotere penthouse di Seoul.
Menurutlaporan tanggal 10 Juli dari Berita Bisnis Maeil, Yujin baru-baru ini memenangkan unit di penjualan umum lotere The H Bangbae, sebuah proyek pemugaran besar-besaran di Bangbae-dong di Distrik Seocho.
The H Bangbae pertama kali dipasarkan pada bulan Agustus 2024, dengan harga mulai dari ₩1,70 milyar KRW (sekitar 1,14 juta USD) hingga ₩2,76 milyar KRW (sekitar 1,84 juta USD) tergantung pada ukuran unit.
Lotere alokasi awalnya mencakup sekitar 215 unit, dengan ukuran 84 meter persegi atau lebih besar. Perlu diingat bahwa proyek ini tunduk pada sistem harga maksimum di Korea dan tidak memerlukan pendudukan wajib.
Hal ini menyebabkan kompetisi di antara calon pemenang menjadi sangat tinggi, dan mereka dengan skor pendaftaran tinggi di atas 70 poin dianggap sebagai calon terkuat. Namun, persentase unit yang disisihkan untuk alokasi acak di bawah sistem lotere, dan Yujin menurutlaporan merebut salah satunya.
Menurutlaporan, meskipun unit yang berukuran 84 meter persegi dijual pada harga ₩2,24 milyar KRW (sekitar 1,5 juta USD), namun nilai pasar saat ini sebesar ₩4,00 milyar KRW (sekitar 2,67 juta USD) di pasar jual beli.
Saya menganggap bahwa Yujin mungkin menembus laba minimal ₩2,00 milyar KRW (sekitar 1,33 juta USD) dengan memenangkan lotere ini.
Reaksi awal yang kemudian berubah menjadi kekhawatiran tentang keadilannya dari seluruh sistem.
Beberapa kritikus berpendapat bahwa, meskipun properti di bagian lotere, tidak ada orang yang dapat berpartisipasi di dalamnya kecuali mereka sungguh beruntung. Untuk mendapatkan unit di The H Bangbae, pembeli harus membayar 20% sebagai uang muka (sekitar 267 ribu USD dengan menukarkan 267 ribu USD dari 1,34 Juta USD ke IDR). Proyek tersebut tidak menawarkan fasilitas pembayaran tertunda, sehingga pembeli harus membayar bunga setiap jangka waktu pembayaran.
Meskipun tidak ada keterangan yang dilakukan ke arah Yujin, diskusi netizen kini berfokus pada masalah yang lebih luas, apakah pemerintah memang perlu mengubah aturan untuk membuat permainan lebih seimbang bagi mereka yang memiliki kondisi keuangan yang lebih kecil.
Salah satu contoh diatas adalah, jika Anda harus membayar 300 Juta Rupiah (atau 20%) untuk sebuah properti bernilai Rp 1,5M, Anda sudah kehabisan uang. Hal ini membuat netizen merasa tidak adil karena mereka berpikir bahwa pemerintah harus melindungi mereka terutama dengan menyediakan permodalan yang cukup.
Jika kita melihatnya dari berbagai sudut pandang seperti itu, seharusnya pemerintah bisa menyelesaikan masalah rumah tangga di Seoul yang telah berlarut-larut. Banyak yang berpikir bahwa dengan membuat pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur dengan mengalokasikan anggaran lebih dari dulu untuk keperluan ini, sehingga banyak rumah yang akan dijual dengan harga miring dan akan menambah kebutuhan rumah yang lebih murah.
Apabila Pemerintah Indonesia menghadapi kasus serupa, saya beranggapan bahwa pemerintah harus memperjuangkan infrastruktur yang ada dengan memberikan fasilitas untuk membantu masyarakat memiliki rumah untuk meningkatkan kesejahteraan.
Hasil dari hal diatas diharapkan untuk dapat mempercepat pembangunan dengan penuh harapan dan mendorong keterlibatan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kondisi infrastruktur.
Konsep ini menunjukkan keunggulan yang sangat besar, bahkan sangat mengejutkan dengan menunjukkan hal yang tidak pernah dibayangkan oleh para pemangku kebijakan di kemudian hari.
Seperti yang telah ditulis diatas, Yujin juga telah menerima perhatian dari netizen yang berujul pada hal positif dan juga netizen yang merasa kasihan terhadapnya.
Namun, seperti yang telah dibuat diatas, banyak dari netizen merasa heran mengapa hanya mereka yang memiliki uang miliaran saja yang dapat membeli rumah. Dalam hal ini, saya merasa hal ini terlalu tidak rata dan tidak adil bagi mereka yang berusaha dengan keras untuk mencari rumah.
Sebagian besar netizen merasa bahwa hal ini dapat dihilangkan dengan adanya peraturan yang adil.
Untuk menghilangkan hal ini kita perlu memperhatikan kondisi dan situasi yang dihadapi oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Semoga saja kita akan dapat menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, dan berdampak positif.
Warga internet memperdebatkan keadilan sistem lotere penthouse di Seoul