
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Bahasa korea memiliki perkataan yang sangat keren dan berarti bahwa kebersamaan adalah hal yang paling indah. Dalam koreaboo, kenyataannya tidak menunjukkan bahwa kebersamaan adalah hal yang paling indah di konser yang berlangsung di London, Inggris. Suatu malam yang sangat indah, suatu malam yang tidak akan terlupakan oleh penonton di konser lagu-lagu k-pop yang sangat populer di dunia. Suatu malam yang menjadi berita besar, yaitu malam di mana seorang penonton tidak jelas tujuannya membuat kerumunan di konser lagu-lagu k-pop tersebut.
Salah satu penonton suka berdandan dengan mengenakan kostum yang mencolok, yang terlihat sangat unik dan menarik. Bukan hanya penonton ini saja, tetapi juga ada banyak penonton lain yang suka mengenakan kostum yang mencolok di konser tersebut. Mereka semua bergembira, mereka semua ingin melihat penampilan dari band yang sedang di konser, yaitu BTS.
Penonton BTS ini juga membawa tanda yang besar yang menunjukkan Blackpink. Mungkin karena tidak suka keberadaan tanda tersebut, beberapa penonton lainnya tidak menyukai kehadiran penonton ini. Penonton BTS ini juga menggunakan kostum dengan wajah dari Jennie, salah satu anggota Blackpink. Mungkin, penonton ini berpikir bahwa konser BTS adalah konser Blackpink juga.
Namun, apa yang terjadi pada konser yang berlangsung sangat berbeda dengan apa yang diharapkan. Penonton BTS ini tidak disambut baik oleh sebagian besar penonton BTS yang lain. Banyak dari mereka yang tidak percaya dan marah setelah mengetahui kehadiran penonton ini.
Mereka kemudian menyerang penonton BTS ini dan menghancurkan tanda yang ditinggalkannya. Apakah ini merupakan aksi yang tepat? Banyak penonton BTS yang tidak setuju dengan cara tersebut. Mereka berpikir bahwa seharusnya kita menanggapi kehadiran penonton lain dengan cara yang lebih baik.
Penonton BTS ini kemungkinan besar bukanlah penonton yang berpikiran matang. Mengakui hal ini tidak ada salahnya. Yang menjadi masalah adalah cara penangguhan dan kekerasan terhadap penonton tersebut.
Setelah kejadian ini, beberapa netizen menanyakan mengapa penonton BTS dapat bertindak seperti itu. Apakah mereka tidak tahu bahwa mereka sedang menghadapi orang-orang yang tidak menyukai dirinya?
Penonton BTS ini tidak dapat dianggap sebagai penonton yang normal. Mungkin saja, mereka lebih suka mengikuti konser band lain.
Kembali ke penonton BTS yang melakukan kejadian tersebut. Penonton ini bisa dibilang tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Apakah mereka sadar bahwa mereka sedang merusak kebersamaan yang tercipta di konser?
Aktivitas seperti itu tidak boleh terjadi, karena bisa mempengaruhi penonton yang lain. Mereka tidak akan nyaman berada di tempat tersebut.
Terlepas dari hal di atas, kejadian ini juga menambahkan sentimen bagi kejadian-kejadian yang mungkin terjadi di masa mendatang. Bagaimana kejadian ini akan berdampak pada kemampuan untuk mengembangkan ikatan dan komunitas yang positif di antara para penonton di konser lagu-lagu k-pop.
Untuk sementara waktu, penonton tidak akan merasa bahagia ketika menonton konser lagu-lagu k-pop. Apalagi, ketika mereka melihat tanda- tanda yang tidak biasa.
Perlu dilakukan suatu bentuk peringatan pada penonton untuk menjaga keamanan dan menjaga kebersamaan yang tercipta di konser lagu-lagu k-pop.
Bahwasanya kejadian seperti ini tidak akan pernah berakhir. Penonton akan terus-menerus membuat kerumunan dengan membawa tanda-tanda yang tidak biasa.
Penonton harus diingatkan untuk selalu menjaga dan menghormati setiap orang lain pada konser.
Bahwasanya setelah kejadian ini, kejadian-kejadian semacam ini akan dihindari oleh penonton BTS. Mereka akan lebih bijak dalam mengambil keputusan-keputusan.
Penonton BTS yang tidak jelas tujuannya membuat kerumunan dengan membawa tanda BLACKPINK ke konser BTS di London.