
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Tahun 2026, kontroversi Youtuber Korea, Song Ji-yoon, atau dikenal sebagai 'Potato Turtle' lagi terjadi. Ia menculik agensi K-pop Jennie tanpa memberitahukan sebelumnya, menyebabkan penonton Indonesia marah dan mempertanyakan kebaikan hatinya.
Saingan fan Jennie, sasaeng, dikenal berprilaku menyeramkan, seperti menyusup ke tempat tinggal mereka, mengikuti setiap langkah mereka, dan bahkan mengganggu privasinya tanpa hentikan.
Menculik di Hannam-dong, Yongsan-gu, Seoul, Song Ji-yoon menunjukkan rasa syukurnya, tetapi juga memicu kritik dari peminatnya sendiri.
Suatu yang menarik, 'Potato Turtle' tidak mengatakan apa pun tentang mengunjungi agensi Jennie, tetapi mengatakan bahwa ia akan mencoba untuk mengobrol dengan Jennie secara pribadi.
Bahkan, Song Ji-yoon juga menyatakan bahwa 'saya ingin bertemu dengan Jennie, tetapi saya tidak pernah bertemu dengannya'.
Catatan penting, peristiwa ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara kerja sama dan kebebasan berekspresi masih menjadi masalah di Korea.
Banyak peminat tidak setuju dengan tindakan 'Potato Turtle', karena mereka merasa bahwa ia tidak menghargai privasi Jennie dan menganggapnya sebuah tindakan kriminal.
Menurut mereka, ini bukanlah kerja sama, melainkan menculik. Mereka meminta kepada 'Potato Turtle' untuk menjelaskan dan meminta maaf.
Jika kita meninjau kontroversi ini, kita bisa menyimpulkan bahwa tindakan 'Potato Turtle' tidak tepat dan berpotensi meninggalkan kesan buruk terhadap dirinya dan komunitas penyuka K-pop Indonesia.
Bagaimana dengan Anda? Apa keputusan Anda tentang tindakan 'Potato Turtle'?
Cukup banyak dari Anda yang terkejut dengan peristiwa ini dan khawatir tentang potensi dampaknya terhadap industri hiburan Korea.
Youtuber Korea, Song Ji-yoon, atau yang dikenal sebagai 'Potato Turtle', dipertanyakan tindakan menculik agensi K-pop Jennie tanpa janji sebelumnya