counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Pernyataan Besar JYP Entertainment Menggambarkan Kesalahan Pilih Bulu Kepala di Industri Musik K-Pop

14 Juli 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Pernyataan Besar JYP Entertainment Menggambarkan Kesalahan Pilih Bulu Kepala di Industri Musik K-Pop

Perlahan-lahan, industri musik K-Pop mulai menghadapi kritik keras mengenai praktik "payola" yang dilakukan oleh salah satu agensi terbesar di industry, yaitu JYP Entertainment. Perilaku buruk ini menimbulkan ketidakadilan dalam industri musik dan munculnya perbedaan perlakuan tidak adil di antara artis dan agensi.

"

Kejadian ini pertama kali terjadi pada tahun 2025 ketika HYBE mendapat kritikan besar setelah diumumkan bahwa beberapa artisnya akan menjadi anggota Recording Academy, termasuk anggota SEVENTEEN, LE SSERAFIM, dan TXT.

"

Selama ini, HYBE menghadapi tuduhan "payola" atas enam artis yang bergabung ke Recording Academy, namun kini, kritik tersebut telah bergeser ke arah JYP Entertainment yang menerima sekitar 20 karyawan dan artis anggota dari Recording Academy, termasuk semua anggota TWICE dan Stray Kids.

"

Kritik dan perdebatan muncul melalui media sosial, terutama Twitter, di mana orang-orang mulai menulis bahwa jika tahun lalu semua kritik dan perhatian mengarah ke HYBE, sekarang mengapa tidak terjadi hal yang sama kepada JYP Entertainment?

"

Selain itu, ada juga kritik yang menyatakan bahwa perilaku JYP Entertainment ini sangat tidak adil dan melanggar norma yang sudah ada di industri musik. Mereka menunjukkan bahwa JYP Entertainment hanya menggunakan cara licik untuk menaikkan popularitas musik mereka.

"

Hanya dengan melakukan analisis yang sederhana, kita bisa melihat adanya kesalahan pilih bulu kepala yang dilakukan oleh agensi-agensi tersebut.

"

Menurut sumber yang dapat dipercaya, praktik "payola" ini dilakukan oleh JYP Entertainment karena keinginan untuk memenangkan popularitas dan keuntungan di industri musik.

"

Apapun alasan di baliknya, kritik dan tuduhan menimpa JYP Entertainment sekarang ini telah memberikan kesadaran yang lebih besar akan pentingnya adab dan kejujuran di industri musik K-Pop.

"

Kejadian ini pun membuat kita mengamati bagaimana perilaku yang salah atau licik dapat menimbulkan konsekuensi yang tak tersorong.

"

Jika kita meninjau kasus "payola" ini, kita bisa melihat bahwa agensi-agensi yang terlibat harus berhati-hati dalam berlaku adil dan tidak melakukan tindakan yang dapat melanggar etika dan norma di dalam industri musik.

"

Kejadian ini membuktikan bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin terjadi dalam industri musik, tidak peduli berapa kuat dan maju agensi-agensi tersebut.

Ringkasan

Standar selektif...?

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru