
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Kan Miyeon, anggota Baby V.O.X, salah satu grup idola K-Pop generasi awal, telah mendedikasikan hidupnya untuk mengembalikan kenangan dan masa lalunya yang terlanjur hilang karena trauma dari penindasan peminat.
Penindasan peminat ini dimulai sekitar tahun 1999, ketika grup-idola K-Pop Baby V.O.X, yang berdiri dibawah naungan CEO Lee, mulai mengalami popularitas yang meningkat dan menarik perhatian dari berbagai pihak. Kan Miyeon, seorang anggota utama dalam kelompok ini, dipandang sebagai salah satu artis yang paling menarik dan berbakat. Namun, pada saat bersamaan, dia juga menjadi korban dari perilaku peminat yang brutal dan tidak adil.
Pengalaman traumatic ini memiliki dampak yang signifikan pada kan Miyeon sendiri. Dia mengaku bahwa penindasan peminat telah menyebabkan dia mengalami kehilangan kenangan dan masa lalunya. Selain itu, dia juga mengalami gangguan mental lainnya seperti gangguan kesehatan mental yang parah dan perasaan bersalah yang tidak dapat diatasi.
Namun, hal ini tidak membuat Kan Miyeon menyerah. Dia terus berusaha untuk mengembalikan kenangan dan masa lalunya. Dia mulai mengingat lagi kenangan-kenangan lama dan menuliskannya ke dalam buku harian. Hal ini membantu dia untuk mengerti bahwa dia tidak sendirian dalam menikmati kenangan masa lalu.
Meskipun masih ada tantangan besar di depannya, Kan Miyeon tetap berusaha untuk menghadapinya dengan keberanian dan kebulatan hati. Dia ingin agar semua orang yang pernah mengalami trauma seperti dia tahu bahwa mereka tidak sendirian dan ada harapan untuk bangkit kembali.
Secara keseluruhan, pernyataan Kan Miyeon tentang pengalaman traumaticnya adalah sebuah pengingat bahwa trauma tidak pernah hilang begitu saja. Namun, dengan kesabaran, keberanian, dan dukungan orang-orang yang peduli, kita dapat menghadapi dan mengatasi kebiasaan-kebiasaan tersebut.
Video yang relevan dengan topik ini:
Pengalaman traumatic Kan Miyeon