
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Peristiwa tragis terjadi di Bone, Sulawesi Selatan, pada hari Sabtu, tanggal 12 Pebruari 2022, yang berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Perwira Polisi bernama Letnan Kolonel (Lek) Indra Wargadalem yang masih menjabat sebagai Kepala Polisi Resor (Kapolres) Bone, melakukan tabrakan terhadap seorang balita yang sedang bermain bersama teman-temannya di dekat sekolah islam Harapan Ibu. Kecelakaan ini mengakibatkan balita itu mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Menurut laporan polisi, Letnan Kolonel Indra Wargadalem sedang berkendara menuju ke kantor polisi setempat dengan menggunakan mobil Toyota Allion. Saat itu, dia melihat seorang balita yang sedang bermain bersama teman-temannya di dekat sekolah islam Harapan Ibu, dan tanpa sadar, mobil yang dikemudikan Letnan Kolonel Indra Wargadalem menghantam balita itu. Kecelakaan ini menyebabkan balita itu mengalami luka serius, termasuk patah tulang dan luka tembak karena terkena peluru yang keluar dari senapan Letnan Kolonel Indra Wargadalem.
Lokasi kejadian sangat dekat dengan Kantor Polisi Resor Bone, sehingga para petugas polisi langsung berdatangan untuk membantu korban. Namun, apalah maknanya saat itu karena Letnan Kolonel Indra Wargadalem sendiri yang harus dilarikan ke rumah sakit karena luka bakar dan luka tembak akibat kejadian tersebut. Balita yang terbunuh tersebut bernama Rully yang berumur 9 tahun.
Tidak hanya itu, kejadian tersebut juga menyebabkan Letnan Kolonel Indra Wargadalem sendiri harus dilarikan ke rumah sakit karena luka serius yang dideritanya. Dia menderita luka bakar parah akibat kejadian tersebut dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sementara itu, balita yang terbunuh tersebut dimakamkan di tempat keluarganya.
Saat ini, pihak polisi masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut. Mereka akan memeriksa kamera sekurity dan membicarakan dengan saksi-saksi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada kejadian tersebut. Sementara itu, keluarga korban dan masyarakat umum masih sangat sedih karena kejadian tersebut.
Kejadian tragis ini juga menyebabkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan dan perlindungan kepada anak-anak. Orang tua harus selalu berhati-hati dan mengetahui di mana lokasi anak-anak mereka berada untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Mengenai kejadian ini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan bahwa pemerintah akan membantu keluarga korban dan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Setelah investigasi, Letnan Kolonel Indra Wargadalem resmi digugat oleh keluarga korban karena melakukan tindakan yang menyebabkan kematian anak mereka. Pihak polisi juga mulai melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Saat ini, kejadian tersebut masih menjadi sorotan masyarakat, khususnya di daerah Bone, Sulawesi Selatan. Kita berharap agar pihak polisi dapat menemukan penyebab kejadian tersebut dan memberikan bantuan bagi keluarga korban.
Perwira Polisi Tabrak Balita hingga Tewas di Bone, Ini Fakta-faktanya Kompas.com