
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Phoebe Bridgers mengumumkan album barunya yang berjudul 'Lost Weekend' dan dijadwalkan rilis pada 14 Agustus melalui label lamanya, Dead Oceans. Ini merupakan album solo ketiganya setelah 'Punisher' yang dirilis pada tahun 2020. Meskipun daftar lagu belum diumumkan, Bridgers telah mempersembahkan beberapa lagu baru dalam pertunjukan pop-up tanpa ponsel yang telah ia lakukan di berbagai kota. Pertunjukan ini dimulai di Roswell, New Mexico pada 8 Mei dan berakhir di Madison Square Garden, New York pada 4 Juni.
Sebelum melakukan pertunjukan pop-up, Bridgers telah menjaga jarak dari sorotan media sejak merilis album 'The Record' bersama boygenius, sebuah grup musik yang juga terdiri dari Lucy Dacus dan Julien Baker. boygenius memperoleh enam nominasi Grammy untuk album tersebut, sementara Bridgers sendiri menerima empat nominasi untuk 'Punisher'. Selama pertunjukan di Madison Square Garden, Bridgers meminta kepada penonton agar tidak merekam pertunjukan menggunakan Apple Watch dan membagikannya di internet, menunjukkan kesadaran akan privasi dan penggunaan teknologi yang bijak.
Latar belakang Bridgers dalam bermusik sangatlah kaya. Sebagai penyanyi-penulis lagu, ia telah terinspirasi oleh musisi-musisi terkenal seperti John Lennon, yang pernah mengalami apa yang disebut sebagai 'Lost Weekend', sebuah periode 18 bulan di mana ia berpisah dari istrinya, Yoko Ono, pada tahun 1973. Bridgers sendiri pernah menyanyikan tentang Lennon dalam lagu 'Moon Song' dari album 'Punisher' dan telah berbicara tentang pengaruhnya dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone.
Bridgers akan memulai tur konser 'The Lost Tour' pada 15 September di Indianapolis, dengan pertunjukan yang akan berlanjut hingga musim gugur. Ia mengumumkan tur ini dengan mengunggah gambar yang diambil oleh fotografer seni Gregory Crewdson. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Rolling Stone, Crewdson membahas kolaborasinya dengan Bridgers, menyatakan bahwa ada 'sekutu' antara dunia Bridgers dan dunianya sendiri, dengan tujuan untuk menciptakan koneksi yang lebih dalam tentang lanskap dan kesepian.
Konteks dari pengumuman album 'Lost Weekend' ini menunjukkan bahwa Bridgers terus bereksperimen dan berkembang dalam karir musiknya. Dengan menggabungkan pengaruh dari musisi legendaris dan pengalaman pribadi, Bridgers siap untuk membawa pendengarnya dalam perjalanan emosional yang mendalam. Apakah 'Lost Weekend' akan menjadi album yang sama suksesnya dengan 'Punisher' masih belum dapat dipastikan, namun dengan pengumuman ini, Bridgers telah menunjukkan bahwa ia tetap komitmen untuk menciptakan musik yang otentik dan bermakna.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bridgers telah menempatkan dirinya sebagai salah satu penyanyi-penulis lagu paling berpengaruh dalam industri musik. Dengan 'Lost Weekend', ia sekali lagi membuktikan kemampuan untuk menciptakan karya yang tidak hanya indah secara musikal tetapi juga sarat akan makna dan emosi. Penggemar musik dapat dengan sabar menantikan rilis album ini dan melihat bagaimana Bridgers akan membawa mereka dalam sebuah perjalanan melalui lagu-lagunya.
Perlu diingat bahwa 'Lost Weekend' bukan hanya judul album, melainkan juga sebuah konsep yang dapat membawa pendengar untuk mempertanyakan makna dari kesepian dan kehilangan dalam hidup. Dengan cara ini, Bridgers mengajak kita untuk merefleksikan pengalaman pribadi dan bagaimana musik dapat menjadi sarana untuk mengatasi kesulitan dan menemukan harapan.
Setelah melakukan pertunjukan pop-up tanpa ponsel di seluruh negeri, penyanyi-penulis lagu ini akhirnya mengumumkan lanjutan dari album 2020 'Punisher'