counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Piala Laver: Sebuah Perayaan yang Bersejarah

26 September 2022
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Piala Laver: Sebuah Perayaan yang Bersejarah

Edisi kelima kejuaraan Piala Laver di O2 Arena, London Inggris, 23-25 September, menjadi edisi yang paling bersejarah. Untuk pertama kalinya, Tim Dunia meruntuhkan dominasi Tim Eropa dan ajang tahun ini menjadi panggung untuk melepas petenis terbaik, Roger Federer.

Setelah tertinggal dengan skor 4-8 dari dua hari penyelenggaraan, Tim Dunia melakukan sprint untuk mengumpulkan total 13 poin. Ini menjadi syarat untuk memenangi Piala Laver yang berformat beregu putra antara pemain-pemain Eropa melawan pemain dari luar Eropa.

Para pemain Tim Dunia, Felix Auger-Aliassime, Jack Sock, dan Frances Tiafoe, berhasil mengalahkan mantan Big Three, Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic, dalam pertandingan yang menajubkan. McEnroe pun lega setelah kalah dari Bjorn Borg pada Piala Laver sebelumnya.

Perayaan kemenangan Tim Dunia digelar di ruang ganti dengan menyemprotkan dan minum sampanye. Sampanye itu, bahkan, dituang ke dalam piala, lalu diminum secara bergantian.

Seperti ketika Tim Eropa menjadi juara pada empat edisi sebelumnya, kemenangan Tim Dunia menjadi momen bersejarah Piala Laver pada tahun ini setelah momen emosional pada hari pertama. Hari itu, Federer menjalani laga terakhirnya sebagai petenis profesional selama 24 tahun dengan berduet bersama Rafael Nadal.

Tangis dari semua yang ada di arena tidak terhindarkan ketika Federer menjawab pertanyaan dari mantan petenis nomor satu dunia, Jim Courier, selama sekitar tujuh menit. Tangisan Federer pun tak terbendung ketika dia berterima kasih pada semua pemain yang menyertai pensiunnya pada hari itu, terutama bagi Nadal yang merupakan rival sekaligus sahabatnya.

Ringkasan

Piala Laver: Momen Bersejarah dalam Tenis Piala Laver

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru