counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Pria K-Pop Promosikan Garis Telepon Seks Gay Nyata di Lagunya

27 Juni 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Pria K-Pop Promosikan Garis Telepon Seks Gay Nyata di Lagunya

Berbicarakan gaya hidup dan pengakuan seksualitas adalah bagian dari gerakan hak asasi manusia di seluruh dunia.

Tidak hanya itu, perdebatan mengenai konten seksual dalam media juga terus berkembang. Beberapa tahun yang lalu, kita masih ingat tentang kontroversi yang melibatkan penyanyi pop Amerika, Britney Spears, dan lagu 'Toxic' yang kemudian ditetapkan sebagai konten yang tidak pantas.

Mengenai kontroversi konten seksual dalam media, kita tidak perlu lupa tentang film "Blue Is the Warmest Color" dari Perancis yang kemudian memenangkan Palme d'Or pada Festival Film Cannes 2013, namun di beberapa negara, film ini dianggap sebagai konten dewasa.

Maka, ketika penyanyi K-Pop, dari20 (dulu dikenal sebagai anggota BIGSTAR), merilis lagu 'Big Boy' yang kemudian mendapatkan perhatian karena isi liriknya, beberapa orang mungkin terkejut.

Lagu baru dari20, 'Big Boy', yang dirilis pada hari Senin, memang mengeluarkan lirik yang membuat banyak orang penasaran. Lagu ini adalah singel dari album R-Rated, yang menurut beberapa orang, merupakan album yang tidak pantas untuk dinikmati anak-anak.

Pada album baru dari20 ini, terdapat beberapa lagu yang telah mendapat perhatian dari beberapa sumber karena telah masuk dalam daftar lagu yang tidak pantas, bahkan sebelum dirilis.

Selain itu, ada juga yang beranggapan bahwa lagu lagu ini tidak pantas untuk didengar. Mereka mengatakan bahwa jika Anda mendengarkan lagu dari album tersebut dengan telinga yang tidak pantas dan pikiran yang tidak berani, Anda mungkin akan merasa tak seimbang. Ini merupakan sebuah kebenaran yang benar.

Mengenai kontroversi konten seksual dalam media, kita tidak perlu lupa tentang film "Blue Is the Warmest Color" dari Perancis yang kemudian memenangkan Palme d'Or pada Festival Film Cannes 2013, namun di beberapa negara, film ini dianggap sebagai konten dewasa.

Maka dari itu, ketika seorang artis menyajikan konten seksual dalam karya mereka, kita harus menghargai kerja kerasnya dan pengalaman hidup mereka. Kita juga perlu mengingat bahwa konten seksual hanyalah bagian dari beragam ekspresi artistik dan tidak selalu dapat dipahami atau dinikmati oleh semua orang.

Ringkasan

Yes, seriously.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru