
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

EVAN, mantan anggota grup idola Korea Selatan ENHYPEN, kembali menjadi sorotan media karena perbuatannya yang dianggap menjatuhkannya sendiri. Baru-baru ini, ia merilis single lagu pertamanya setelah keluar dari ENHYPEN, yakni 'Ride or Die'. Namun, tindakannya yang terungkap kemudian menimbulkan kebencian dari para penggemar ENHYPEN.
Reaksi netizen sangatlah bervariasi, mulai dari yang mengungkapkan kekecewaan dan marah hingga yang merasa penasaran dan ingin tahu lebih lanjut tentang apa yang terjadi. Sebagian dari mereka menganggap perbuatan EVAN sebagai tindakan 'jelek' yang tidak pantas dari mantan anggota grup idola.
Di dalam video promosi 'Ride or Die' terlihat jelas bahwa ada sedikit celah atau kesempitan pada kata-kata 'EN' yang terukir secara berulang kali. Netizen kemudian menggabungkan kata tersebut dan mengibaratkannya sebagai pengolok-olok terhadap grup musik Korea Selatan, ENHYPEN.
Namun, tidak semua netizen setuju dengan analisis tersebut. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa 'EN' tidaklah melibatkan kata 'ENHYPEN' secara langsung dan tidak perlu diinterpretasikan sebagai bentuk pengolokan. Mereka juga mempertanyakan apakah ini merupakan tindakan yang pantas dari mantan anggota grup idola.
Selain itu, beberapa netizen juga mengutarakan pendapat bahwa EVAN sedang mengalami masa-masa sulit dan memerlukan kesabaran dari para penggemar. Mereka juga mengatakan bahwa tidak perlu terlalu terburu-buru dalam menghakimi perbuatannya.
Bagaimana pun, hal ini menunjukkan bahwa netizen memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menginterpretasikan perbuatan EVAN dan menurutkan pendapat masing-masing. Yang jelas, hal ini menyadarkan semua pihak bahwa setiap individu memiliki prilih dalam mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas tindakannya.
EVAN kembali menjadi sorotan media karena tindakannya yang dianggap menjatuhkannya sendiri.