counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Radiohead, Dua Lipa, Coldplay Minta Pemerintah Inggris Batasi Harga Tiket Calo: Gokil!

13 November 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Radiohead, Dua Lipa, Coldplay Minta Pemerintah Inggris Batasi Harga Tiket Calo: Gokil!

Geng musisi Inggris yang jumlahnya lebih dari 40, termasuk Radiohead, Dua Lipa, dan Coldplay, kompak tanda tangan surat terbuka buat pemerintah Inggris. Mereka minta Perdana Menteri Keir Starmer buat beneran nepatin janji kampanyenya, yaitu berantas abis-abisan website calo tiket konser yang harganya udah nggak masuk akal dan bikin rugi banyak orang.

Dalam surat itu, ada juga nama-nama beken lain kayak Sam Fender, PJ Harvey, Robert Smith dari The Cure, Iron Maiden, New Order, dan Nick Cave. Mereka semua nyuruh pemerintah buat ambil tindakan tegas ke platform 'secondary ticketing' kayak Viagogo dan StubHub.

"Udah lama banget platform-platform calo ini ngebiarin orang beli tiket borongan terus dijual lagi dengan harga selangit. Alhasil, fans jadi terpaksa bayar mahal atau malah nggak bisa nonton sama sekali," tulis mereka. "Ini ngerusak kepercayaan ke industri live events dan bikin susah artis sama penyelenggara yang pengen konsernya bisa diakses dan terjangkau buat semua orang."

Mereka juga minta ada batasan harga yang jelas buat tiket resale, biar "bisa benerin masalah di pasar tiket calo yang parah banget ini. Soalnya, praktik calo ini bikin fans sejati nggak bisa nikmatin musik, teater, dan olahraga yang mereka suka."

Nggak cuma musisi, organisasi kayak UK Music, FanFair Alliance, dan Football Supporters’ Association juga ikut tanda tangan. Surat ini juga dibikin bareng sama riset dari grup konsumen Which?, yang bilang kalo ngilangin praktik calo yang nyari untung gede bakal bikin "fans lebih gampang nyari tahu mana yang ilegal" dan nggak bikin mereka nyari tiket di situs-situs yang nggak jelas aturannya.

"Surat barengan ini nunjukkin kalo artis, organisasi fans, dan konsumen udah nggak tahan lagi sama pasar tiket yang rusak dan ngebiarin calo makin kaya," kata Lisa Webb, ahli hukum konsumen dari Which?, barengan sama rilis surat itu. "Perdana Menteri udah janji mau ngelindungin fans, dan batasin harga tiket calo adalah langkah penting buat benerin industri ini. Tapi, dia harus komitmen buat bikin undang-undangnya dan masukin ke pidato King selanjutnya. Reformasi lain juga penting, kayak mastiin penjual beneran punya tiketnya sebelum dijual, platform resale mastiin identitas penjual dan info tiketnya jelas, dan aturan barunya ditegakin."

Pemerintah dari Partai Buruh yang dipimpin Starmer emang udah janji pas pemilu kemarin buat batasin harga tiket calo, tapi sampe sekarang belum ada tindakan nyata. Bulan Januari lalu, pemerintah baru mulai ngadain konsultasi soal batasan harga yang naiknya antara nol sampe 30 persen dari harga asli tiket.

Juru bicara pemerintah bilang ke BBC, "Pemerintah ini berkomitmen penuh buat ngeberantas calo dan pengen fans jadi prioritas utama di acara live. Kami udah pertimbangin baik-baik semua bukti yang dikasih pas konsultasi awal tahun ini dan bakal umumin rencana kami dalam waktu dekat."

Which? juga baru aja ngerilis hasil studi konsumen yang mereka lakuin bulan Agustus dan September. Mereka ngamatin pedagang yang jual tiket buat acara-acara gede di Inggris di Stubhub dan Viagogo. Hasilnya, banyak tiket resale yang harganya dinaikin gila-gilaan. Contohnya, tiket Oasis buat konser di Wembley Stadium dijual seharga £3,498.85 di Stubhub dan £4,442 di Viagogo. Tiket buat festival All Points East di Victoria Park, London, yang headlinernya Raye, bahkan dijual seharga £114,666 di Viagogo!

Ringkasan

Para musisi keren Inggris udah kirim surat ke Perdana Menteri Keir Starmer buat nepatin janjinya berantas website calo tiket yang nyebelin abis.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru