
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Cha Ga-won, salah satu nama yang tak asing lagi dalam dunia industri musik K-Pop, kini menghadapi kesulitan besar setelah dijerat tuduhan kejahatan korupsi berjumlah 30 miliar won atau sekitar Rp 420 miliar. Kejadian ini membuktikan bagaimana industri musik yang semakin kompetitif ini dapat membuat perusahaan besar runtuh dalam waktu singkat. Namun, tidak semua yang dapat dibuktikan dari kejadian ini mengacu pada peran Cha Ga-won yang seharusnya sebagai pemimpin utama dalam industri musik ini.

Cha Ga-won, CEO dari One Hundred Label, ditahan pada Senin diadili sebagai tersangka kasus korupsi berjumlah hampir 21 miliun dollar yang mengguncang industri K-pop di Korsel. Bagaimana kemampuan pemimpin industri musik di Korsel yang berhasil membangun kekayaan bisnis dalam waktu singkat sekalipun mengalami pergeseran ke depan yang cepat?
Faktanya, Cha Ga-won telah memiliki hubungan dengan industri musik sebelumnya, tetapi kontroversi terjadi sejak awal. Terjadi sekitar tahun 2023 ketika konflik terjadi dengan SM Entertainment, Baekhyun dari grup K-pop Exo memulai kompaninya sendiri, yaitu One Signature - sebuah usaha kerjasama dengan komedian MC Mong.
Lokasinya berbentuk apartemen mewah, Cha mengandalkan jaringan untuk melindungi bisnis ini dengan menggunakan apartemen yang terletak di Hannam, Seoul. Namun, ini justru membuat industri K-pop terkejut, dan perluasan bisnis yang dilakukan dengan baik oleh MC Mong, menambahkan perasaan beragam karena tidak mempunyai pengalaman di industri musik.
Sekitar tahun 2024, One Hundred Label telah membeli perusahaan yang dipimpin MC Mong, yaitu Big Planet Made Entertainment dan Million Market. Kebesaran tersebut terus terus berlangsung hingga tahun 2025 ketika MC Mong dituntut untuk terlibat kegiatan prostitusi dan memutuskan untuk keluar dari perusahaan ini.
Di tahun yang sama, perusahaan ini kembali mengalami keruntuhan, setelah satu dari anggota boyband The Boyz, Ju Haknyeon, terdakwa berselingkuh dengan mantan artis dewasa Jepang di sebuah tabloid, membuat perusahaan ini semakin menderita setelah mengeluarkan anggota.
Saat itu, perusahaan ini mengalami perubahan besar setelah pengusaha wanita asal Korsel ini memutuskan untuk menuduh MC Mong terlibat dalam kegiatan prostitusi.
Saingan yang terkejut setelah mendengar perusahaan ini telah runtuh tidak hanya itu saja setelah itu perusahaan ini kembali mengalami penurunan besar, setelah sebelumnya perusahaan ini telah mengumumkan tentang kegagalan di bidang perusahaan dan kecelakaan yang menimpa salah satu anggotanya, dan mengumumkan kebocoran terhadap artisnya karena perusahaan ini dipaksa untuk memberitahukan kebenaran terhadap kehilangan artis dan tidak memberikan pembayaran yang memadai.
Selain itu, dalam bulan Februari, sembilan anggota dari The Boyz telah memberikan peringatan bahwa mereka akan meninggalkan perusahaan dalam waktu dekat ketika ditinggal oleh satu anggota ke 9 dari The Boyz, dan Lee Mu-jin juga mengumumkan mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.
Dalam bulan Maret, The Boyz mengumumkan bahwa 9 artis yang berada di bawah perusahaan ini dan Lee Seung-gi dan Exo's juga mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan perusahaan tersebut. Pada bulan yang sama, anggota K-pop dari grup Exo-CBX mengumumkan bahwa mereka akan meninggalkan perusahaan tersebut. Hingga hari ini, satu anggota saja yang bertahan yaitu anggota yang bernama Baekho dan Chen yang masih tetap di bawah perusahaan tersebut.
Lalu dalam bulan Juni 2014 polisi meminta untuk menangkap pemilik perusahaan tersebut, Cha, mengakui terlibat dalam kasus kejahatan korupsi setelah mengetahui bahwa dia telah menerima 25,5 miliar dollar dari perusahaan bernama Nomos untuk berbisnis menggunakan hak artis milik mereka dan mengalami kerugian pada perusahaannya.
Kisah perjalanan singkat dan berdarah dari Cha Ga-won, CEO One Hundred Label, yang sekarang menghadapi tuduhan kejahatan korupsi, menggantikan peran sebagai salah satu pemimpin industri musik K-Pop.