
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Matt Proxy, rapper berbasis di Amerika Serikat, menjadi sorotan setelah mengeluarkan komentar yang menghina grup K-Pop CORTIS di media sosial.
Menurut laporan, aksi Matt Proxy ini dipicu ketika rekan CORTIS, Martin, menyarankan lagu Matt Proxy kepada penggemar, namun Matt Proxy malah melawan dengan mengkritik keras musik CORTIS.
Ia kemudian mengungkapkan penolakannya terhadap industri K-Pop secara keseluruhan, dengan menyebutkan bahwa industri ini meniru seni Black dan sangat diproduksi, serta menyebabkan kesengsaraan bagi artis-artis sendiri dengan standar yang kacau.
Matt Proxy juga mengungkapkan bahwa ia menghina CORTIS dan mengubah profilnya menjadi Stray Kids anggota Hyunjin yang menyembunyikan wajahnya dengan aksesori berbentuk bulu Afrika dan bibir merah yang besar.
Ia melanjutkan bahwa ia tidak dapat menerima industri K-Pop yang melanggar hukum dan merampas keadilan.
Melalui Instagram, Matt Proxy juga memberikan komentar kontroversi dengan mengkritik CORTIS dan menyebutnya sebagai "bawahan Asia kecil."
Reaksi netizen terhadap aksi Matt Proxy ini sangat bervariasi. Beberapa netizen menganggap aksi Matt Proxy sudah benar dan pantas, namun beberapa lagi bertanya-tanya apakah Matt Proxy masih sesuai dengan prinsip-prinsip moralnya ketika mengkritik industri K-Pop.
Beberapa penggemar pun mengolok-olok perilaku Matt Proxy, menghina CORTIS dan menyebutnya sebagai "bawahan Asia kecil."
Peristiwa ini menandakan bagaimana netizens yang berbeda pendapat dan keberatan mengenai industri K-Pop, namun tidak ada yang mengetahui apakah peristiwa ini akan berdampak pada reputasi artis-artis.
Sejalan dengan perubahan zaman, industri K-Pop terus mengalami perubahan dan meningkatnya popularitas, apakah aksi Matt Proxy ini akan mengubah keadaan industri K-Pop ini?
Perhatian semua pihak dihadapkan pada tanya-tanya ke depan, baik dari pihak manajemen, industri, maupun netizens yang menikmati konten dari industri K-Pop.
Netizen terpecah-belah dalam pendapatnya.