counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Review Konser Lorde "Ultrasound Tour" di Madison Square Garden: Multimedia Canggih Bikin Kagum!

02 Oktober 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Review Konser Lorde "Ultrasound Tour" di Madison Square Garden: Multimedia Canggih Bikin Kagum!

Konser pop zaman sekarang tuh biasanya ada dua tipe: yang satu, panggungnya heboh banget, atau yang kedua, lebih kayak dance party yang sederhana. Tapi konser "Ultrasound World Tour"-nya Lorde ini beda, guys! Dia ada di tengah-tengah. Sementara banyak artis lain yang berlomba-lomba jadi yang paling kontroversial, paling drama, atau paling mewah, Lorde selalu tampil beda dan unik. Makanya, konsernya di Madison Square Garden, New York, tanggal 1 Oktober kemarin juga nggak kalah uniknya.

Panggungnya sengaja dibuat simpel: speaker gede banget di belakang, band-nya dibagi dua dan ditaruh di bawah panggung di kanan-kiri, terus ada panggung kecil yang maju ke arah penonton. Tapi yang paling menarik perhatian tuh layar gede di belakang panggung. Soalnya, setiap lagu punya visual yang beda-beda, gabungan dari grafis dan banyak kamera di atas panggung. Kadang, ada properti panggung tambahan juga buat bikin suasana makin seru.

Misalnya, pas lagu "Buzzcut Season", Lorde nyanyi sambil kayak narik-narik di depan kipas angin industri yang gede banget. Kipasnya sih nggak terlalu menarik ya, cuma kotak hitam doang. Tapi ternyata, di situ ada kamera yang nampilin wajah Lorde di layar gede, dibagi jadi dua bagian. Pas cuma keliatan matanya doang, baru deh kerasa kalo ini bukan cuma soal properti biasa, tapi keputusan kreatif yang lebih dalam.

Pas lagu "Shapeshifter", lampu-lampu yang turun dari langit-langit bikin visual Lorde kayak titik-titik awan di layar. Nah, pas lagu "Favourite Daughter", gerakan Lorde kayak ngontrol dua penari latar (eh, maksudnya spesialis gerakan) dan juga blitz dari lima sudut kamera yang beda-beda. Terus, di tengah-tengah konser, pas lagu "Supercut" yang udah terkenal banget dengan treadmill-nya, layar dibagi jadi beberapa bagian yang nampilin berbagai angle: dari atas, langsung ke muka, atau langsung ke kaki.

Tapi, namanya juga orang yang terus-terusan bikin sesuatu yang kreatif, kadang ada juga yang nggak terlalu berhasil. Pas bagian ada orang yang ngarahin kamera langsung ke pusernya Lorde pas dia kayang dan flexing di lagu "GRWM", lama-lama jadi bosenin. Terus, pas lagu "Big Star", shot dari atas yang nampilin Lorde sama gitarisnya lagi tiduran di lantai, terus di-overlay sama screensaver MacOS tahun 2014, rasanya kayak ide yang munculnya dadakan atau emang pengen santai aja di lagu yang pelan.

Tapi ada juga trik-trik keren lainnya. Misalnya, ada layar berdiri sendiri dengan kamera di tengahnya yang dibawa ke depan pas lagu "No Better" (lagu bonus dari album Pure Heroine yang udah lama banget nggak dibawain Lorde). Lorde ngomong ke kamera dengan punggungnya ngebelakangin penonton, terus wajahnya yang gede banget nampilin penonton lewat layar, kayak live streaming yang ditumpuk-tumpuk. Atau yang lebih simpel, pas lagu "Perfect Places", ada sorotan lampu yang ngebentuk sabuk bercahaya pas Lorde berdiri di tengahnya.

Pastinya, ada juga momen-momen dance party-nya dong. Lagu "Team", "What Was That", dan "Green Light" cuma pake lighting yang standar aja sih, tapi tetep keren. Soalnya, lagu-lagu itu emang udah asik banget buat bikin penonton jingkrak-jingkrak. Tapi, ada satu momen di lagu "Team" yang lebih dari sekadar "standar": pas Lorde naik lagi di lift tengah panggung, warnanya berubah jadi hijau, merah, dan putih. Penonton langsung pada sorak-sorai, ngeh sama apa yang terjadi bahkan sebelum Lorde teriak, "Free fucking Palestine!" sebelum bagian breakdown di akhir lagu.

Dia juga nyapa penonton dengan pesan-pesan non-politik. Dia bilang kalo dia kaget banget bisa balik lagi ke tempat kayak MSG, terus dia bilang pindah ke New York City tahun 2021 jadi inspirasi buat bikin album Virgin yang "jujur dan nggak penuh drama". "Ada keindahan tersendiri dalam melepas lapisan-lapisan," katanya. "Apapun yang kalian pake atau buat-buat, mungkin nggak seindah apa yang ada di baliknya." Dia bilang ke fans-nya kalo mereka mau nerima kejujuran itu apa adanya dan bawa itu sama mereka "bikin aku terus pengen ngupas lapisan buat nunjukkin ke kalian apa yang ada di baliknya, karena aku tau sekarang kalian tau persis apa yang harus dilakuin sama itu."

(Agak aneh sih, pidato itu diucapin sebelum lagu "Liability" dari album Melodrama, bukan sebelum lagu dari album Virgin...)

Konser "Ultrasound World Tour" ini kerasa kayak dikupas, kayak nonton produksi video klip yang dibongkar pasang. Kayak pengalaman multimedia yang nunjukkin aksi dan hasilnya dalam satu momen yang bikin kagum. Di zaman sekarang, di mana pop selalu nunjukkin sesuatu yang berlebihan, Lorde kayaknya sengaja pengen ngelakuin yang terbaik dengan apa yang dia punya. Bukan berarti kamera yang super cepet, programming yang rumit, platform yang naik turun, dan lighting yang kinetik itu "nggak banyak" ya, tapi visualnya lebih fokus ke koreografi dan desain teknis yang keren daripada cuma sekadar tontonan yang heboh.

Intinya, konser Lorde "Ultrasound Tour" ini bener-bener perpaduan antara konser yang mewah dan dance party yang seru. Visualnya canggih, musiknya asik, dan pesannya juga dalem banget. Jadi, buat kalian yang pengen nonton konser yang beda dari yang lain, konser Lorde ini wajib banget ditonton!

Ringkasan

Konser Lorde itu kayak perpaduan asik antara panggung yang mewah banget sama party dance yang seru abis! Ini review lengkapnya pas "Ultrasound Tour" mampir di Madison Square Garden.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru