
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Tau gak sih, guys? Dulu, sutradara Janol Ture ketemu Chuck D di konser Public Enemy. Dari situ, dia jadi temenan dan kerja bareng kru hip-hop legendaris ini. Bahkan, dia sempat jadi presiden label SLAMJamz-nya Chuck D! Tapi, pas dia nonton film "Straight Outta Compton" tentang N.W.A, dia langsung mikir, "Kita juga harus bikin film Public Enemy!"
Emang sih, sekarang lagi banyak yang nostalgia sama hip-hop. Dulu, lagu-lagu rap jadul gak se-hits rock klasik. Tapi, belakangan ini, legenda hip-hop mulai dapet perhatian lebih. Contohnya, film "Straight Outta Compton" yang sukses banget dan tur Nas & Wu-Tang Clan yang menghasilkan jutaan dolar!
Nah, menurut Ture dan orang-orang dekat Public Enemy, sekarang waktunya mereka bersinar! Mereka lagi ngomongin buat bikin film drama kayak "Straight Outta Compton" atau bahkan musikal tentang Public Enemy. Pasti seru banget kalo lagu-lagu kayak "Fight the Power", "Bring the Noise", "Rebel without a Cause", dan "911 Is a Joke" ada di film atau musikal itu!
Sebagai "teaser" buat filmnya, Ture udah bikin film dokumenter dua jam judulnya "To My Rescue, It Was the S1Ws (A Public Enemy Story)". Film ini nyeritain tentang kru misterius berseragam yang selalu ada di konser Public Enemy.
Di dunia hip-hop, S1Ws (Security of the First World) itu beda dari yang lain. Mereka pake baret, seragam tentara, sepatu bot hitam, dan Uzi plastik. Ini semua terinspirasi dari gerakan Black Panther dan Nation of Islam. Mereka bukan cuma joged-joged di panggung, tapi punya makna lebih dalam. Kata Ture, mereka itu simbol perlawanan, disiplin, kekuatan, organisasi, dan tujuan. Seragam S1W dari tahun 90-an bahkan ada di National Museum of African American History & Culture di Washington, D.C.!
Setelah puluhan tahun di belakang layar, para pendiri S1Ws (James Norman, John Oliver, James Allen, Roderick Chillous, dan Michael Williams) akhirnya mau maju dan kerja sama bareng Ture buat film dokumenter ini. Kata Norman, orang-orang ngira mereka cuma cowok-cowok militan yang diem aja. Padahal, mereka lebih dari itu. Mereka ngurusin banyak hal buat Public Enemy, dari A sampai Z!
Film "To My Rescue, It Was the S1Ws (A Public Enemy Story)" bahkan udah menang dua penghargaan di Long Island Music and Entertainment Hall of Fame! Lokasi festivalnya pas banget, soalnya Public Enemy dan S1Ws berasal dari daerah situ. Para pendiri S1Ws ketemu di Long Island dan punya cerita masing-masing, dari yang pernah jadi Marinir sampe temenan sama Eddie Murphy waktu muda. Awalnya, mereka deket karena sama-sama suka bela diri.
S1Ws awalnya adalah Unity Force, grup keamanan berseragam yang jagain pesta hip-hop legendaris Spectrum City di awal 80-an. Kata Norman, Chuck dan Hank & Keith Shocklee (DJs) pengen mastiin semua orang aman di pesta mereka. Setelah Public Enemy gabung sama Def Jam, Chuck D ngubah nama mereka jadi S1Ws dan mulai ngajak mereka tampil di panggung bareng Flavor Flav, DJ Terminator X, dan dirinya sendiri. Awalnya, mereka cuma berdiri diem aja di panggung buat nunjukkin kehadiran keamanan. Tapi, lama-kelamaan, mereka mulai gerak dan ngedance buat nambahin kesan Public Enemy.
Kata Williams, mereka latihan ngedance di halaman belakang rumahnya dengan radio besar. Mereka bukan penari profesional, tapi mereka berusaha buat nampilin yang terbaik. Ture juga nambahin kalo mereka bukan cuma penari latar. Kalo ada yang bilang gitu, bisa berabe!
Pas Public Enemy makin terkenal di akhir 80-an, S1Ws juga ikut kecipratan popularitas. Tapi, ada masalahInternal nih guys. Griff, Menteri Informasi Public Enemy dan temen deket S1Ws, keluar dari grup setelah ngeluarin komentar antisemit di wawancara tahun 1989. Kata Norman, mereka gak terlalu sering ngomongin masalah ini di depan umum. Mereka lebih milih buat nyelesaiin masalah internal di dalam grup. Griff juga diajak buat ikutan film dokumenter ini, tapi semua setuju kalo filmnya fokus ke S1Ws aja.
Film dokumenter ini (yang ada wawancara baru sama kru, Chuck D, Ice Cube, KRS-One, Ice-T, dan tokoh lainnya) juga nyeritain gimana Public Enemy dan S1Ws berani ngelakuin hal-hal kontroversial yang masih relevan sampe sekarang. Contohnya, boneka Ku Klux Klan seukuran manusia yang mereka gantung di panggung. Kata Williams, kalo sekarang mungkin udah gak bisa lagi. Soalnya, sekarang lebih sensitif. Mungkin ada kru panggung yang gak mau ngelakuin itu.
Tahun 1990, negara bagian Arizona nolak buat ngejadiin hari ulang tahun Dr. Martin Luther King sebagai hari libur. Akhirnya, Public Enemy bikin lagu sindiran berjudul "By the Time I Get to Arizona". Di video klipnya, S1Ws keliatan bawa senjata, ngerencanain serangan, dan ngarahin senjata ke pejabat kulit putih. Di adegan lain, aktor yang meranin gubernur Arizona diledakin pake bom mobil dan politisi lain keracunan permen. Public Enemy dapet pujian dan kritikan karena video ini. Kata Norman, orang-orang salah paham sama video ini. Media ngira S1Ws ngebunuh senator dan anggota kongres. Padahal, gak ada yang mati di video ini. Satu-satunya yang keliatan mati itu adegan pembunuhan Martin Luther King. Tapi, video ini berhasil bikin orang-orang ngomongin, ngerti keseriusan, kepentingan, dan sejarah Martin Luther King dan kenapa hari liburnya pantes buat dirayain.
Public Enemy yang sekarang, dengan Chuck D dan Flavor Flav, masih tur dengan Allen dan Oliver. Tapi, yang lain udah pensiun. Williams udah gak pake baretnya lagi tahun lalu, sementara Norman udah gak ikut tur sejak 1998. Tapi, mereka berdua kadang-kadang masih tampil di panggung.
Yang jadi masalah sekarang bukan muat gaknya mereka di seragam lama, tapi nyelesaiin film dokumenter ini. Mereka pengen rilis filmnya bulan Februari pas Black History Month. Kata Norman, film ini ngasih mereka kesempatan buat nyeritain kisah mereka dan ngasih dunia kesempatan buat kenal mereka sebagai individu. Orang-orang bisa ngeliat kalo mereka lebih dari sekadar cowok-cowok yang berdiri di panggung dan ngedance.
Film baru ini ngebongkar kisah kru misterius S1Ws yang jadi bagian penting dari Public Enemy, sama kayak Flavor Flav!