
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Peristiwa ini terungkap pada 2 Agustus, ketika guru homeroom Woni untuk kelas 2 dan 3 sekolah menengah menulis tentang Woni di saluran X (yang sebelumnya bernama Twitter). Guru itu membagikan album lulusan sekolah Woni, tandatangan Woni, serta surat-surat yang ditulis Woni sebagai siswa, serta menelepon pesan-pesan dukungan dan DM dari guru-guru lain yang pernah mengajar Woni di sekolah menengah, mengingatkan peristiwa-peristiwa itu.
Guru tersebut mengatakan bahwa Woni adalah siswa berbakat yang selalu mendapat nilai sempurna (100) dalam penilaian prestasi, juga sering mendapat nilai tinggi dalam kuis populer. Sementara itu, pada 2023-2024, Woni merupakan anggota dari grup musik Jepang RESCENE.
Guru homeroom itu menguraikan bagaimana Woni menjadi anggota kru student council dan sering mendapat nilai tinggi dalam kuis populer. Woni juga dipilih menjadi ketua panitia untuk program pencegahan kekerasan sekolah yang diselenggarakan di sekolah. Guru menambahkan bahwa siswa-siswa di sekolah masih dekat setelah lulus sekolah menengah, dan pada bulan Februari tahun ini, mereka berangkat dalam perjalanan satu malam bersama-sama, kecuali Woni yang tidak dapat hadir karena jadwalnya.
Terlepas dari pernyataan guru homeroom ini, masih belum jelas bagaimana dan mengapa isu penganiayaan Woni muncul di media sosial, namun hal ini membuktikan bahwa Woni adalah seorang idola K-Pop yang populer dan mendapatkan perhatian dari media.
Hal ini menjadi perhatian karena masih terdapat beberapa kesalahpahaman mengenai idola K-Pop yang seringkali diterjemahkan dan disalahartikan dalam bahasa Indonesia. Perluasan pengetahuan akan hal-hal yang benar mengenai musik K-Pop akan membantu kita memahami lebih baik mengenai artis-artis tersebut.
Para penggemar musik K-Pop dan J-pop masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai isu penganiayaan yang mungkin akan direspons oleh kelompok musik yang dipilih Woni tersebut.
Hal ini juga menjadi contoh bahwa idola K-Pop yang populer masih dapat terlibat dalam isu-isu terkini seperti ini.
Seorang idola K-Pop Jepang terlibat dalam isu penganiayaan selama masa sekolah, menimbulkan tanggapan dari guru kelaskannya. Sebelumnya, seorang netizen mengaku di media sosial bahwa member kelompok RESCENE, Woni, pernah menjadi penganiaya selama masa sekolah menengah.