counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Taylor Swift Nyindir Charli XCX di Lagu 'Actually Romantic'? Emang Perlu?

08 Oktober 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Taylor Swift Nyindir Charli XCX di Lagu 'Actually Romantic'? Emang Perlu?

Pada album The Life of a Showgirl dari Taylor Swift, banyak yang excited karena berharap ada anthem ala Reputation. Soalnya, Taylor balikan lagi sama Max Martin setelah album 2017 yang keren itu. Tema showgirl juga buka banyak kemungkinan. Secara tema, lagu yang penuh dendam atau sindiran kayaknya cocok buat proyek yang fokus ke performance dan sorotan publik. Tapi, apakah Taylor perlu nyindir orang lain buat nyampein konsep itu?

Salah satu lagu yang paling banyak dibicarain adalah "Actually Romantic," yang banyak orang yakin ditujukan buat Charli XCX. Taylor mulai lagu ini dengan lirik yang menusuk: "I heard you call me 'Boring Barbie' when the coke's got you brave." Banyak yang langsung mikir ini buat Charli, nyindir referensi narkoba di album Brat. Lirik "coke" itu nyerang imej yang Charli punya dan banggain. Ini ngebangun ketegangan antara mereka (si pop star yang sempurna dan si party girl yang chaotic), tapi malah kedengeran kayak "sok suci" daripada pinter.

Taylor bilang lagu ini tentang seseorang yang punya "hubungan sepihak dan adversarial" sama dia. Tapi, emang seberapa adversarial sih hubungan Taylor sama Charli? Coba kita balik lagi ke album Brat.

Di lagu "Sympathy Is a Knife," Charli mikirin temennya yang untouchable sampe dia ngerasa gak akan pernah bisa nyamain. "I'm embarrassed to have it, but need the sympathy/'Cause I couldn't even be her if I tried," nyanyi Charli. Lagu ini lebih kayak Charli ngadepin insecurity-nya sendiri dan takut gak bisa nyampe puncak popularitas karena dia "so opposite" dari sosok kayak Taylor Swift. Yang bikin lagu ini ngena adalah karena ini self-portrait yang vulnerable, digambar dari perbandingan dirinya sama cewek yang udah jadi lambang pop perfection selama bertahun-tahun.

Tapi, "Sympathy" gak bener-bener nyerang Taylor. Charli emang bilang dia gak "wanna see her backstage at my boyfriend's show" dan nyanyi tentang harapan Taylor dan Matty Healy putus (dan akhirnya kejadian). Tapi, dia lanjutin dengan lirik yang nangkep inti dari lagu itu: "I couldn't even be her if I tried."

Charli ngejelasin dengan singkat di wawancara sama Vulture: "Lagu itu tentang gue, perasaan gue, kecemasan gue, dan cara otak gue bikin narasi dan cerita di kepala gue waktu gue ngerasa insecure... Kadang gue ngeliat ke panggung dan mikir, 'Ya Tuhan... Gue gak akan pernah bisa main di ruangan ini, selamanya.' Itu bikin gue jealous."

Di wawancara sama Wall Street Journal, Charli juga bilang kalo sebagian dari lagu itu berakar dari persepsi dirinya di awal karirnya, waktu dia "desperately wanted to be blonde" kayak Britney Spears tapi gak bisa kabur dari kenyataan kalo Spears itu "the opposite of who I was." Penjelasan itu makin ngejelasin kalo "Sympathy Is a Knife" itu lagu tentang identitas rasial Charli sebagai cewek India-Inggris di industri musik yang ngaruh ke self-image-nya. Jadi, bukan nyindir Taylor, Charli cuma nyoba ngadepin insecurity-nya sendiri.

Dalam setiap pertemanan atau perseteruan seleb, pasti ada lebih dari yang keliatan. Sebagai pendengar, kita gak punya konteks lengkap tentang hubungan Taylor dan Charli. Yang kita tau: Charli pernah jadi opening act buat Taylor di tur Reputation tahun 2018, mereka berdua pernah pacaran sama member The 1975 di waktu yang sama, dan jalan mereka mungkin udah sering ketemu daripada yang kita sadarin. Jadi, kalo Taylor emang beneran "live rent-free" di kepala Charli, kayak yang dia bilang di lagu "Actually Romantic," itu mungkin sesuatu yang gak akan pernah kita ngerti sepenuhnya. Tapi, sebagai pendengar, ngedengerin "Actually Romantic" sebagai respon yang pointed buat lagu "Sympathy" itu ngerasa gak perlu aja.

Emang sih, ada serunya ngikutin rivalitas antar pop star. Tapi, "Actually Romantic" kurang rasa seru dan misterinya. Taylor nampilin dirinya sebagai korban yang gak dimengerti, yang susah dipercaya, soalnya dia udah banyak dipuji dalam beberapa tahun terakhir dan jadi cultural icon. Lagu ini malah kayak refleksi dari keinginan Taylor buat disukain semua orang. Nadanya kayak ngeledek, seolah-olah dia nyoba ngeledek Charli: "You think I'm tacky, baby/Stop talking dirty to me," nyanyi Taylor, pengennya playful tapi malah kedengeran defensif. Taylor pengen kedengeran gak peduli, padahal setiap liriknya nunjukkin yang sebaliknya. "Like a toy chihuahua barking at me from a tiny purse, that's how much it hurts," itu kayak sindiran yang murahan dan ngeremehin. Terus ada juga lirik, "I mind my business, God's my witness that I don't provoke it/It's kind of making me wet," yang nunjukkin kalo sebenernya Taylor mungkin seneng sama persepsi Charli kalo dia itu unreachable, yang justru ngekuatin dinamika yang Charli jelasin di lagu "Sympathy."

Padahal, Taylor itu artis yang pernah nyanyi, "I'm a mirrorball/I can change everything about me to fit in," ngakuin instingnya buat adaptasi sama kritikan cuma biar dicintai. Langkah yang lebih kuat seharusnya adalah ngebangun lagu ini tentang tekanan jadi cewek yang ada di puncak, dan beban cewek lain yang ngebandingin diri mereka sama dia. Atau, bisa juga niru cara Charli di lagu "work it out on the remix" waktu dia ngajak Lorde di lagu "Girl, So Confusing." Mereka berdua milih buat jujur tentang perasaan mereka satu sama lain, ngubah perbandingan jadi persahabatan, bukan konflik yang salah arah. "Girl, So Confusing" jadi salah satu momen musik yang paling nyegerin dan dipuji tahun ini, dan Taylor bisa aja ngikutin cara itu daripada bikin lagu yang sassy tapi gak kena.

Kayak yang Charli bilang ke The Guardian waktu promosi album Brat, "unrealistic expectation of women" kalo semua orang harus akur. "Relationships between women are super-complex and multi-layered. You can like someone and dislike them at the same time," kata Charli. Nasihat yang bagus.

Ringkasan

Lagu 'The Life of Showgirl' yang katanya tentang Charli XCX ini kayak diss track yang justru bikin Taylor Swift keliatan kurang oke. Gimana menurut kalian, Swifties?

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru