
DocturDot membuka babak baru dengan Taylr di single berbentuk genre “1x4DaWonton”
DocturDot membuka babak baru dengan "1x4DaWonton," single yang berwarna-warni dan menampilkan Taylr...

Gengs, siap-siap nostalgia! Band asal Manchester, The Maple State, akhirnya comeback setelah 17 tahun lamanya hiatus. Mereka balik lagi dengan album baru yang judulnya Don't Take Forever, rilisnya tanggal 7 November kemarin.
Album ini punya 10 lagu yang jadi pernyataan singkat tapi jelas bahwa band ini merangkul masa lalu dan juga menulis ulang masa depan mereka. Gokil!
"Winner Part II," lagu pembuka album ini, dimulai dengan alunan piano yang pelan, terus ngebawa pendengar ke beat drum yang энергичный, ciri khas mereka dulu. Lirik pembukanya, "I wanna be like them / maybe they wanna be like us," itu kayak penghormatan buat tahun-tahun sebelumnya, dengan semua suka dukanya.
Lagu berikutnya, "Zero days since last incident," jadi single andalan dari album ini, yang ngebentuk звук baru mereka di era ini.
Lirik kayak "I'm steady, I'm alright" dan kalimat pembuka lagu, "I feel fine," itu nunjukkin perasaan kelahiran kembali yang terus ada di sepanjang album. Ada juga instrumental break yang pertama di rekaman ini, mastiin kalau звук mereka yang dulu masih ada, tapi sekarang dengan sentuhan yang lebih dewasa.
"Settle down," sesuai judulnya, punya melodi yang lebih pelan dan kalem dibanding lagu-lagu sebelumnya. Dengan chorusnya, "Maybe you can be my reason / to settle down / and stick around," lagu ini jadi tribut buat persahabatan dan orang-orang yang penting buat mereka, yang jadi jangkar di hidup mereka. Ini jadi salah satu tema yang terus ada di album ini, di mana setiap lagu balik lagi ke perasaan persahabatan abadi, cinta, dan perhatian buat orang-orang yang support mereka.
Track keempat, "Better than before," itu kayak pandangan ke depan, mastiin kalau beberapa momen terbaik dalam karier mereka masih akan datang.
Lirik "I know if I'm not careful / I'll be here forevermore" jadi salah satu yang paling ngena di album ini. Lagu ini nyeritain tentang nemuin jalan keluar dari perasaan stuck dan menuju sesuatu yang baru.
"Better than before" jadi lagu yang paling menonjol di rekaman ini, dengan chorusnya "You know I got this dream / it's not yet dead" yang jadi тезис dari album yang ngeliat ke belakang dan ke depan dengan porsi yang sama.
"No time to waste" jadi titik tengah album dan jadi himne buat gak nyia-nyiain hidup.
Lirik kayak "Don't stay just 'cuz you're fearful" dan "Try to ignore the words of all of those who have given up hope" ngajak pendengar buat ngabisin hidup mereka ngelakuin hal-hal yang mereka suka daripada buang-buang waktu buat hal-hal yang enggak.
Lagu ini disusul sama "Dead beneath the stars," yang ngerubah звук yang udah dibangun di album ini jadi lagu yang penuh energi dengan bagpipe dan drum. Selain instrumen baru, ada juga vokal latar yang teriak-teriak dan beat yang ngajak buat joget. Buat penampilan live mereka nanti, lagu ini wajib ditonton!
Lagu berikutnya, "Willow," balik lagi ke звук akustik yang melankolis, dengan lirik "I knew I was never gonna see her again" buat nginget waktu yang dihabisin buat ngerasain emosi sepenuhnya. Lagu ini jadi highlight tersendiri di album ini, beda banget sama lagu-lagu lainnya dan ngebentuk звук baru yang sama enaknya dari band ini.
"There's always money in the banana stand" ngikutin dan nyiptain tempo yang beda baik secara sonik maupun tematik. Lagu ini make kalimat yang umum, "What would Jesus do?" bareng sama judulnya sebagai ajakan buat baik sama orang-orang di sekitar kita. Band ini ngajak kita buat make apa yang kita punya buat nolong orang lain. Mereka juga make fade-out di sini buat nyiptain penggabungan звук yang paling eksperimental di album ini, dengan synth dan gitar listrik Christian Counsell's.
Lagu-lagu ini melambat sekali lagi buat lagu kedua dari belakang di album ini, "Winner part II reprise," pembersih palet pendek khusus piano sebelum salam perpisahan terakhir dari band ini.
Lagu terakhir album ini, "Vacancy," mohon "Don't go without me again" dan merenungkan "I think what would've been" sebagai pesan terakhir buat ngerefleksiin masa lalu dan janji buat terus maju dengan jalan yang baru. Lagu terakhir ini ngekspresiin semua rasa terima kasih band ini buat fans lama mereka, persahabatan mereka satu sama lain, dan kenangan karier mereka selama ini.
Album ini ngerangkum karier lebih dari 20 tahun dalam campuran звук lama dan baru, serta tema-tema yang membangkitkan semangat dan nostalgia.
Band ini juga bakal ngumumin tur yang bakal dateng barengan sama album ini dalam beberapa minggu ke depan, tapi buat sekarang, streaming Don't take forever lewat link di bawah ini.
Connect sama The Maple State: Instagram (Teks) | Twitter/X (Teks)
Band asal Manchester, The Maple State, akhirnya comeback setelah 17 tahun vakum! Album baru mereka, 'Don't Take Forever,' udah rilis tanggal 7 November, lho. Penasaran gimana 10 track di album ini? Check this out!