
Epik High Membongkar Kejahatan Produser TV yang Menggunakan Kekuasaannya
Mithra dari Epik High merekam pengalamannya yang mengejutkan saat bertemu dengan seorang produser...

Persidangan keempat dalam perjuangan hukum panjang antara T.I., Tameka "Tiny" Harris, dan raksasa mainan MGA Entertainment tidak berjalan sesuai keinginan pasangan selebriti tersebut. T.I. dan Harris telah mencari untuk memulihkan sebagian dari $53,6 juta dalam ganti rugi punitif yang sebelumnya dibatalkan oleh seorang hakim di California.
T.I. dan Harris, yang menciptakan dan memiliki OMG Girlz, telah terlibat dalam persidangan ini sejak tahun 2020. Pada persidangan ketiga, pada bulan September 2024, juri menemukan bahwa MGA telah menyalahgunakan nama, kesamaan, dan identitas grup dengan menggunakan mereka sebagai dasar untuk tujuh boneka dalam lini L.O.L. Surprise! O.M.G. Dalam persidangan tersebut, T.I. dan Harris membuktikan bahwa MGA telah menyalahgunakan kesamaan dan identitas OMG Girlz.
Pengacara T.I. dan Tiny, yang dipimpin oleh John Keville, Chante Westmoreland, dan Robert Green, menyatakan bahwa mereka menghargai waktu dan pertimbangan juri tetapi kecewa dengan putusan tersebut. Mereka percaya bahwa jika juri telah memiliki keuntungan dari tiga minggu bukti yang dilihat oleh juri sebelumnya, mereka juga akan menemukan bahwa ganti rugi punitif adalah tepat.
Pengacara MGA Entertainment tidak segera menanggapi permintaan komentar. Ketika Hakim James V. Selna membatalkan $53,6 juta bagian dari putusan tahun 2024 pada tahun lalu, ia menyebutnya "tidak didukung oleh bukti". Putusan Rabu ini menandai akhir dari saga hukum yang telah berlangsung selama beberapa tahun.
Pada persidangan sebelumnya, T.I. dan Tiny telah membuktikan bahwa MGA telah menyalahgunakan kesamaan dan identitas OMG Girlz. Mereka membuktikan bahwa MGA telah menggunakan nama, rambut neon, dan pakaian khas grup dalam boneka mereka. Meskipun MGA membantah tuduhan tersebut, T.I. dan Tiny percaya bahwa mereka telah membuktikan bahwa MGA telah bertindak dengan niat jahat.
Perjuangan hukum ini dimulai pada tahun 2020, ketika T.I. dan Tiny mengajukan gugatan terhadap MGA Entertainment. Gugatan tersebut mengklaim bahwa MGA telah menyalahgunakan kesamaan dan identitas OMG Girlz. Persidangan pertama berakhir dengan keputusan yang tidak menguntungkan T.I. dan Tiny, tetapi mereka tidak menyerah dan terus melawan.
T.I. dan Tiny percaya bahwa perjuangan mereka telah membuktikan bahwa MGA telah menyalahgunakan kesamaan dan identitas OMG Girlz. Mereka juga percaya bahwa putusan ini akan menjadi contoh bagi perusahaan lain yang berusaha menyalahgunakan kesamaan dan identitas orang lain. Meskipun mereka kecewa dengan putusan ini, mereka tetap optimis bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak-hak mereka dan hak-hak kreatif lainnya.
Dalam wawancara dengan Rolling Stone, T.I. menyatakan bahwa ia percaya bahwa keadilan telah dilayani. Ia juga berharap bahwa putusan ini akan menjadi contoh bagi perusahaan lain yang berusaha menyalahgunakan kesamaan dan identitas orang lain. Tiny juga menyatakan bahwa ia percaya bahwa putusan ini adalah lebih dari yang mereka harapkan, dan bahwa bukti menunjukkan bahwa MGA telah menyalahgunakan kesamaan dan identitas OMG Girlz.
Perjuangan hukum ini telah berlangsung selama beberapa tahun, dan T.I. serta Tiny telah terlibat dalam persidangan yang panjang dan melelahkan. Meskipun mereka menghadapi tantangan dan kekecewaan, mereka tetap optimis dan terus melawan untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Putusan ini menandai akhir dari saga hukum yang telah berlangsung selama beberapa tahun, dan T.I. serta Tiny percaya bahwa mereka telah membuktikan bahwa MGA telah menyalahgunakan kesamaan dan identitas OMG Girlz.
Pasangan ini berharap dapat memulihkan sebagian dari $53,6 juta dalam ganti rugi punitif yang sebelumnya dibatalkan oleh seorang hakim di California