counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Ticketmaster Kena Semprot FTC, Ngaku Gak Bantu Calo, Tapi Janji Ubah Kebijakan!

20 Oktober 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Ticketmaster Kena Semprot FTC, Ngaku Gak Bantu Calo, Tapi Janji Ubah Kebijakan!

Jadi gini, guys, Live Nation ngebantah tuduhan dari Federal Trade Commission (FTC) yang bilang mereka kerja sama sama calo buat untung jutaan dari tiket resale. Tapi, mereka juga bilang ke pemerintah kalau Ticketmaster bakal bikin aturan baru buat atasin masalah yang disorot di gugatan FTC.

Kayak yang dilaporin Billboard, Wakil Presiden Eksekutif Live Nation, Daniel M. Wall, bilang ke Senator Marsha Blackburn (R-TN) dan Ben Ray Luján (D-N.M.) di surat tanggal 17 Oktober, kalau Ticketmaster bakal larang fans dan calo punya banyak akun. Selain itu, calo tiket juga harus kasih nomor Social Security mereka pas pakai platform resale Ticketmaster.

Wall juga bilang Ticketmaster bakal tutup TradeDesk, software manajemen inventaris yang udah lama kontroversial. Software ini bikin calo bisa ngelacak dan masang harga listing di banyak marketplace. FTC nuduh Ticketmaster nawarin "dukungan teknologi" ke calo yang "melebihi batas tiket" karena ngasih akses TradeDesk ke "calo volume tinggi." Gugatan itu juga bilang calo yang ketahuan bikin akun palsu masih bisa akses TradeDesk.

Di suratnya, Wall ngeyel kalau TradeDesk cuma alat logistik dan ngebantah semua tuduhan yang bilang software itu dipake buat nyerok ribuan tiket. Katanya, itu "jelas-jelas salah." Tapi, dia bilang Live Nation bakal "ngilangin fungsi manajemen tiket konser TradeDesk dari pasar" buat ngehindarin "kerusakan reputasi." (Tapi, Wall juga bilang calo bakal langsung pindah ke sistem serupa yang ditawarin StubHub, Vivid Seats, dan perusahaan pihak ketiga lainnya.)

Gugatan FTC yang diajuin September lalu (beda dari gugatan antitrust Departemen Kehakiman) nuduh Live Nation dan Ticketmaster ngelakuin "praktik ilegal yang ngerugiin artis, bikin konsumen bayar lebih mahal buat tiket acara, dan nguntungin perusahaan." Gugatan itu nyorot tiga taktik yang dituduh, termasuk nyembunyiin biaya dari pelanggan sampe mereka check out, dan ngebiarin calo tiket "melebihi" batas jumlah tiket yang boleh dibeli orang sekali transaksi.

Taktik ketiga yang dituduh paling parah. FTC nuduh Ticketmaster dan Live Nation "secara sistematis ngelanggar" BOTS (Better Online Ticketing Sales) Act dengan ngebiarin dan nyemangatin calo buat "pakai banyak akun Ticketmaster buat ngakalin langkah keamanan Ticketmaster sendiri" dan nyerok jutaan tiket. Tiket-tiket ini terus dijual lagi di platform resale Ticketmaster sendiri dengan harga yang dinaikin gila-gilaan. Hasilnya, Live Nation bisa untung tiga kali lipat dari biaya.

Wall dengan semangat ngebantah semua klaim ini di suratnya. Dia bilang gugatan FTC "nyajiin pandangan yang nyimpang dari fakta dan hukum" yang didasarin pada interpretasi BOTS Act yang "baru dan ekspansionis." Dia juga nyebut klaim yang bilang Ticketmaster kerja sama sama calo itu "bohong besar," dan ngejelasin kalau calo tiket udah punya banyak akun bahkan sebelum era tiket digital dan penjualan online.

"Emang bener calo tiket dibolehin punya banyak akun, tapi nyebut itu konspirasi itu ngada-ngada," tulis Wall.

Tapi, Wall bilang Ticketmaster sekarang cuma bakal ngebolehin reseller dan pihak lain punya satu akun terverifikasi. Akun resale juga butuh ID pembayar pajak yang unik. Wall juga ngeklaim Ticketmaster bakal nerapin alat baru buat ngenalin dan ngehapus akun duplikat. Selain itu, mereka juga bakal ngelawan bot dengan "sapuan tiket pasca-penjualan" buat batalin pembelian yang potensi curang.

Ringkasan

Eksekutif Live Nation bilang di surat ke pemerintah, mereka bakal tutup platform TradeDesk yang kontroversial dan larang calo punya banyak akun. Serius nih?

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru