counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Trainee Idaman yang Hilang Sebelum Debut Diproses Hukum karena Tindakan Penipuan

05 Agustus 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Trainee Idaman yang Hilang Sebelum Debut Diproses Hukum karena Tindakan Penipuan

Seorang trainee idaman yang diduga menghilang beberapa bulan sebelum debutnya dirilis telah ditangani oleh kejaksaan karena diduga melakukan tindakan penipuan.

Menurut laporan pada tanggal 4 Agustus, Kepolisian Yeongdeungpo di Seoul telah mengirimkan laporan kepada kejaksaan tentang seorang warga negara Jepang, yang hanya dilambangkan dengan huruf 'A', pada tanggal 29 Juli.

A diduga sedang dalam persiapan untuk debut sebagai salah satu anggota dari sebuah grup musik K-Pop di bawah sebuah agensi kecil. Namun, pada bulan Desember 2025, beberapa bulan sebelum grup tersebut debut, trainee A diduga secara tiba-tiba menghilang dan mengatakan bahwa ada suatu 'kerusakan kepercayaan'.

Kondisi ini menyebabkan beberapa masalah bagi agensi tersebut, karena grup tersebut telah menyempurnakan persiapan untuk memfilmkan video musik mereka, tetapi karena absen A, grup tersebut akhirnya melanjutkan debut dengan 5 anggota.

Agensi tersebut mengklaim bahwa kehilangan A menyebabkan kerugian sekitar ₩57.400.000 (sekitar $40.200 USD), yang terdiri dari biaya pelatihan, produksi lagu dan choreography, rekaman, pembiayaan untuk memfilmkan video musik, biaya makan dan akomodasi.

Lebih parah lagi, agensi tersebut mengklaim bahwa mereka menemukan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa A telah melakukan perjanjian ganda dengan agensi lain sementara masih menjadi kontrak dengan agensi sebelumnya. Bahkan ada juga klaim bahwa ini bukanlah kali pertama A menghilang dari sebuah agensi.

Polisi telah menerapkan larangan perjalanan atas A selama penyelidikan berlangsung. Dengan demikian, A dipercaya masih berada di Korea Selatan, dengan beberapa saksi pun melihatnya online. Setelah penyelidikan selesai, polisi telah mengirimkan laporan ke kejaksaan atas kecurangan yang diduga.

Tidak dapat dipahami mengapa A menipu agensi tersebut dan bagaimana dia bisa melakukan hal seperti itu. Akan tetapi, penipuan seperti ini seharusnya dijadikan contoh bagi siapa pun yang melakukannya.

Prediksi saya adalah bahwa keputusan kejaksaan akan membantu menegaskan keadilan dalam industri musik, dan memberikan contoh bagi trainee lain untuk selalu memprioritaskan kejujuran dan integritas dalam karir mereka.

Kami juga harap ini akan memberikan inspirasi kepada agensi-agensi untuk lebih memantau dan mengawasi kegiatan trainee mereka, serta mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang melakukan penipuan seperti hal ini.

Terima kasih kepada Nate yang telah memberikan informasi terbaru tentang saksi-saksi online yang melihat A di Korea Selatan.

Video musik mereka sudah siap dan dipersiapkan dengan baik, namun kehilangan A telah membuat mereka mengalami kesulitan besar.

Ringkasan

Mereka sudah merekam video musik.

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru