
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Seorang trainee idol Jepang yang dugaannya pergi hilang hanya sebelum debut K-Pop mereka telah diminta ke pengadilan atas suspisi pencucian uang.
Menurut laporan 4 Agustus, Polisi Stasiun Yeongdeungpo di Seoul telah meminta pihak pengadilan untuk menjajaki kasus tersebut tanpa kewajiban ditahan pada 29 Juli.
Trainee yang masih muda itu, yang hanya dikenal dengan sebutan 'A', telah melaporkan kehilangan hubungannya dengan agensi bakat beberapa bulan sebelumnya, menyebut bahwa 'kepercayaan antara kami' telah patah.
Selama masa kehilangan kontak, agensi mengklaim telah mengalami kerugian sebesar ₩53,4 juta Won KRW (sekitar $43,100 USD) dalam pelatihan, produksi lagu dan choreografi, rekaman, syuting video musik, makanan dan penginapan.
Berita ini menjadi perhatian utama setelah agensi tersebut dituduh menyesuaikan kontrak pihak ketiga dengan mantan trainee tanpa mengetahui persetujuan pihak ke-2 atau perusahaan lain. Keterlibatan pihak ketiga ini terlihat dari beberapa bukti bahwa mantan trainee pernah bergabung dengan agensi bakat lain dengan kontrak yang sama.
Investigasi menunjukan bahwa agensi bakat ini telah menempatkan pembatasan perjalanan bagi mantan trainee. Dugaan awal dari laporan menunjukan pihak yang terlibat masih berada di Korea Selatan. Polisi akhirnya meminta pihak pengadilan untuk mengurus perkara tersebut.
Berdasarkan penuturan dari polisi, dugaan awal menyebutkan bahwa agensi bakat telah kehilangan uang dalam jumlah besar untuk pelatihan, produksi lagu dan lain-lain. Polisi juga menemukan bukti-bukti palsu yang berhubungan dengan mantan trainee.
Akhirnya, mantan trainee tersebut telah menyetujui untuk menghadap penuntut dan menjalankan kewajiban pidanya.
Dalam sebuah keterangan singkat, agensi bakat tersebut menyebutkan bahwa mantan trainee tersebut telah menyalahgunakan kepercayaan mereka dan telah menyebabkan kerugian yang signifikan.
Berdasarkan hasil investigasi, mantan trainee tersebut disangka melakukan pengeratan palsu terhadap kontrak.
Pernyataan mereka sudah merekam video musik.