
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Cha Ga-won, CEO One Hundred Label, ditahan pada Senin dengan tuduhan penipuan yang melibatkan sekitar 30 miliar won ($21 juta), membuat industri K-pop terkejut dan mencoba memahami bagaimana seorang mogul real estat membangun kekaisaran hiburan multilabel dalam waktu singkat - dan kehilangan semuanya dengan cepat. Keterlibatan Cha dalam dunia hiburan sebenarnya sudah dimulai sebelum label itu didirikan, dan sudah kontroversial dari awal.
Pada tahun 2023, setelah perselisihan dengan SM Entertainment, Baekhyun dari Exo mendirikan perusahaan sendiri, One Signature, yang kemudian diikuti dengan pembentukan INB100. Cha dan suaminya menggunakan properti residensial mewah mereka di Seoul, Lanuvo Hannam, sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman sekitar 10 miliar won untuk ventura ini, yang menarik perhatian di seluruh industri.
Tanpa pengalaman dalam industri hiburan, Cha bermitra dengan MC Mong untuk menggunakan jaringan industrinya dan menggaet Park Jang-geun dari duo produksi Double Sidekick, yang telah menciptakan lagu-lagu hit untuk Sistar, Girl's Day, dan Apink, sebagai produser utama. Pada tahun 2023 saja, One Hundred Label mengakuisisi dua agensi yang didirikan oleh MC Mong: Big Planet Made Entertainment, yang memiliki Lee Seung-gi, Taemin dari Shinee, dan komedian Lee Soo-geun; dan Million Market.
Pada tahun berikutnya, Cha mengakuisisi INB100 milik Baekhyun, yang juga menaungi Chen dan Xiumin dari Exo-CBX, dan merekrut The Boyz dari IST Entertainment, sehingga membentuk struktur multilabel dalam waktu hanya dua tahun. Namun, kemajuan label ini berhenti secara tiba-tiba di pertengahan 2025.
Pada Juni 2025, Haknyeon dari The Boyz tertangkap oleh tabloid Jepang yang sedang bertemu secara pribadi dengan mantan bintang video dewasa di Tokyo. Cha segera mengakhiri kontraknya, tetapi skandal itu memunculkan pertanyaan tentang pengelolaan artis label. Pukulan yang lebih besar datang bulan yang sama, ketika dia menghapus MC Mong dari tugasnya.
Cha kemudian memberitahu outlet media lokal bahwa dia telah menerima laporan tentang keterlibatan MC Mong dalam prostitusi sejak awal 2025. Kehilangan co-founder yang membangun roster artis label itu meninggalkan Cha untuk mengarahkan perusahaan sendirian. Pada Desember 2025, terungkap bahwa Cha telah mengajukan gugatan untuk meminta pembayaran pinjaman sebesar 12 miliar won dari MC Mong, dengan perintah pembayaran pengadilan yang telah final setelah dia tidak banding.
Perdebatan itu semakin sengit ketika sebuah outlet media mengklaim bahwa kedua orang tersebut telah terlibat hubungan romantis selama bertahun-tahun. Cha menyangkal klaim tersebut, mengatakan bahwa bukti itu telah dipalsukan di bawah paksaan oleh pamannya, yang dia katakan telah mencoba melakukan pengambilalihan label One Hundred dengan kolaborasi dengan rekan bisnis, tetapi citra label itu sudah rusak.
Pukulan paling menghancurkan datang pada awal tahun ini, ketika artis keluar secara massal. Pada Februari, sembilan anggota The Boyz - semua kecuali New - memberitahu label tentang pengakhiran kontrak, dengan alasan pembayaran yang belum diselesaikan dan pelanggaran manajemen. Lee Mu-jin mengikuti pada Maret. Pada April, Lee Seung-gi, Viviz, Baekho, dan Exo-CBX semua mengumumkan pengakhiran kontrak. Taemin pindah ke agensi lain. Di seluruh tiga label di bawah payung One Hundred, hanya New yang tersisa.
Artis tersebut mengklaim bahwa label enggan untuk menyediakan catatan penyelesaian. Pihak Cha membantah, menyatakan bahwa 16,5 miliar won dalam biaya kontrak maju telah dibayarkan kepada 11 anggota The Boyz saat mereka pindah ke label. Pada Juni, polisi mencari surat perintah penangkapan Cha atas tuduhan penipuan, dengan klaim bahwa dia menerima 24,2 miliar won dalam pembayaran lanjutan dari sebuah perusahaan bernama Nomos untuk sebuah bisnis yang menggunakan hak cipta artis - lalu gagal melaksanakan proyek tersebut.
Setelah dua permintaan sebelumnya ditolak oleh jaksa, surat perintah penangkapan ketiga disetujui, dan Cha ditahan pada Senin, dengan pengadilan menyebutkan risiko manipulasi bukti. Kasus ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana kekaisaran hiburan yang dibangun dengan cepat bisa runtuh dalam waktu singkat, dan apa yang akan terjadi selanjutnya dengan industri K-pop.
Kasus Cha Ga-won juga memicu perdebatan tentang etika dan integritas dalam industri hiburan, terutama dalam hal pengelolaan artis dan keuangan. Banyak yang mempertanyakan bagaimana seseorang tanpa pengalaman dalam industri hiburan bisa membangun kekaisaran multilabel dalam waktu singkat, dan apa yang menyebabkan kejatuhannya. Kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam industri hiburan, serta perlunya pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah kasus-kasus serupa di masa depan.
Di tengah kasus ini, industri K-pop juga harus menyadari pentingnya membangun kepercayaan dengan artis dan penggemar. Kekaisaran hiburan yang dibangun dengan cepat bisa runtuh dalam waktu singkat jika tidak didukung oleh prinsip-prinsip yang kuat dan pengelolaan yang bijak. Oleh karena itu, sangat penting bagi industri K-pop untuk mempelajari dari kasus Cha Ga-won dan berusaha membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, industri K-pop telah mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, dengan banyak grup dan artis baru muncul setiap tahun. Namun, pertumbuhan ini juga membawa tantangan, termasuk tekanan untuk mencapai kesuksesan dan mempertahankan popularitas. Kasus Cha Ga-won menunjukkan bahwa kesuksesan dalam industri K-pop tidak hanya bergantung pada bakat dan kerja keras, tetapi juga pada pengelolaan yang bijak dan integritas.
Oleh karena itu, industri K-pop harus terus berusaha membangun fondasi yang lebih kuat, dengan fokus pada pengembangan artis dan pengelolaan keuangan yang transparan. Dengan demikian, industri K-pop dapat terus berkembang dan menjadi lebih kuat, serta mempertahankan kepercayaan artis dan penggemar. Kasus Cha Ga-won harus diingat sebagai pelajaran berharga bagi industri K-pop, dan harus digunakan sebagai kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Cha Ga-won, CEO One Hundred Label, ditahan pada Senin dengan tuduhan penipuan yang melibatkan sekitar 30 miliar won ($21 juta), membuat industri K-pop terkejut dan mencoba memahami bagaimana seorang mogul real estat membangun kekaisaran hiburan multilabel dalam waktu singkat - dan kehilangan semuanya dengan cepat.