counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Buckingham Nicks: Kolaborasi Epik Dua Virtuoso yang Wajib Didengerin!

19 September 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Buckingham Nicks: Kolaborasi Epik Dua Virtuoso yang Wajib Didengerin!

Lindsey Buckingham dan Stevie Nicks, waktu itu masih anak baru di Los Angeles, bikin album kolaborasi pertama dan satu-satunya mereka sebagai duo, yaitu Buckingham Nicks (1973). Album ini dirilis bulan September dan sayangnya kurang laku di pasaran. Tapi, suatu hari Mick Fleetwood nggak sengaja dengerin rekaman mereka yang berjudul “Frozen Love” pas band-nya lagi gonta-ganti personel. Dia langsung kepincut! Akhirnya, mereka resmi gabung di awal 1975, langsung nyumbang lagu-lagu baru buat album self-titled Fleetwood Mac, dan sejarah pun tercipta.

Proses pembuatan Buckingham Nicks ini terjadi pas mereka berdua baru mulai ngeh kalau mereka bisa jadi partner nulis lagu yang oke banget. Ceritanya, Stevie Nicks yang jadi tulang punggung keluarga waktu itu, kerja jadi pelayan dan bersih-bersih rumah. Sementara Lindsey Buckingham di rumah aja, megang gitar, nyantai sambil bikin musik. Mereka ngelakuin ini karena ngerasa Lindsey lebih baik fokus ngembangin teknik gitar dan kemampuan nulis lagunya.

Agak unik sih kedengerannya. Emang sih, di tahun 2025 ini peran gender udah nggak sekaku dulu. Tapi, karena Lindsey dan Stevie sama-sama punya ambisi gede sebagai penulis lagu, vokalis, penulis lirik, dan instrumentalist, harusnya beban kerja mereka seimbang dong. Album ini bukan cuma tentang Lindsey Buckingham, atau Stevie Nicks doang. Ini tentang mereka berdua, bahu-membahu, kayak di cover albumnya.

Tapi, pas dengerin Buckingham Nicks, yang akhirnya dirilis ulang setelah sekian lama, lo juga bisa ngerti kenapa cara kerja mereka berhasil. Mereka berdua sama-sama fokus banget sama kualitas, cuma dengan cara yang beda. Kehebatan Lindsey lebih keliatan dari permainan gitar yang virtuoso banget dan perubahan harmoni yang cerdas. Stevie, di sisi lain, ngembangin gaya vokal yang nggak kalah keren. Dia terinspirasi dari idola-idolanya di akhir 60-an kayak Grace Slick dan Janis Joplin, dengan kekuatan yang mentah dan kemampuan buat nyampein berbagai emosi lewat liriknya.

Pendekatan yang beda ini ketemu di Buckingham Nicks. Album ini udah jadi legenda di kalangan penggemar Fleetwood Mac, tapi susah banget didapetin sama pendengar biasa. Biasanya, album debut dari musisi legendaris kayak Lindsey dan Stevie nunjukkin dinamika yang lebih kasar. Bahkan, dari tatapan tajam Stevie dan rambut gondrong Lindsey di cover album, lo bisa ngerasain semangat petualangan dan ambisi masa muda.

Tapi, Buckingham Nicks justru lebih terukur dan bersih dari yang lo bayangin. Apalagi dengan audio yang baru di-remaster. Hasil remaster ini nunjukkin betapa polesannya rapi banget. Suara gitar Lindsey yang jernih di lagu “Without a Leg to Stand On” terdengar berkilau, sementara bagian rhythm (dengan pemain-pemain top kayak Jim Keltner) ngasih fondasi yang kuat banget.

Ini makin jelas di lagu penutup “Frozen Love” yang berdurasi tujuh menit. Lagu ini megah banget dengan orkestra gesek yang bikin merinding dan bagian bridge yang penuh emosi. Chord-nya melebur jadi satu pas Lindsey metik gitarnya dengan kecepatan tinggi, diiringi dinamika yang meningkat dan aransemen yang luas. Direkam di Sound City Studios yang legendaris dengan produser Fleetwood Mac masa depan, Keith Olsen, album ini memanfaatkan peralatan canggih (termasuk konsol Neve baru di studio itu) dan musisi kelas dunia. Sekarang, suaranya jadi makin jernih dan immersive.

Ringkasan

Album Buckingham Nicks tahun 1973 emang udah lama susah dicari, tapi tetep jadi masterpiece yang nunjukkin kehebatan Lindsey Buckingham dan Stevie Nicks. Review ini bakal ngebahas kenapa album ini penting banget!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru