
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Gawat! Seorang cewek didakwa karena dituduh melakukan pelecehan ke Jin BTS. Kejadian ini bikin heboh banget di kalangan ARMY!
Cewek asal Jepang umur 50-an, sebut aja Ms. A, kabarnya didakwa tanpa penahanan sama Kejaksaan Distrik Timur Seoul tanggal 12 November kemarin.
Ms. A dituduh nyium paksa Jin BTS pas acara "Free Hug" yang diadain di Jamsil Indoor Stadium, Seoul, tahun 2024 lalu. Aksi nekatnya ini kerekam kamera fans dan langsung viral, bikin geger satu fandom. Di video itu keliatan banget Jin risih pas si cewek meluk lehernya dan tiba-tiba nyium dia.
Para ARMY yang geram langsung nuntut keadilan buat Jin dan bikin petisi online. Polisi Songpa akhirnya nahan Ms. A dan minta dia dateng buat diinterogasi. Tapi, penyelidikan sempat ditunda Maret lalu karena ribet ngurus kepulangan dia ke Korea. Eh, si Ms. A malah dateng sendiri ke kantor polisi buat diinterogasi.
Menurut laporan tanggal 17 November, Kejaksaan Distrik Timur Seoul udah resmi mendakwa Ms. A atas tuduhan pelecehan seksual di tempat umum berdasarkan Undang-Undang Hukuman Kekerasan Seksual. Kasusnya bakal dilanjutin ke Divisi Kriminal ke-9 Pengadilan Distrik Timur Seoul (Hakim Ketua Lee Jung Min) buat disidang lebih lanjut.
Pengacara Jung Tae Won dari LKB Pyeonsan Law Firm bilang, kalo Ms. A terbukti bersalah, dia bisa dipenjara maksimal satu tahun atau denda maksimal 30 juta KRW (sekitar 350 juta rupiah). Katanya, "Peluk gratis emang berarti pelukan sukarela, tapi kalo ciuman jelas udah kelewatan batas dan ada konsekuensi hukumnya."
Pengacara Jung juga jelasin kalo status Ms. A sebagai warga negara asing gak ngaruh. Soalnya, kalo orang asing ngelakuin kejahatan di Korea, hukum pidana dan undang-undang khusus Korea tetep berlaku. Jadi, meskipun dia warga Jepang, karena kejadiannya di Korea, dia bakal diadili di pengadilan Korea. Kalo vonisnya udah final, dia juga bisa kena sanksi administratif kayak deportasi dan larangan masuk Korea.
Netizen banyak yang marah dan minta hukuman maksimal buat jadi pelajaran.
Kasusnya udah masuk pengadilan nih, guys!