counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Goks! Tersangka Pembunuhan Eksekutif 'American Idol' dan Suami Dinyatakan Gak Kompeten Buat Diadili!

13 November 2025
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Goks! Tersangka Pembunuhan Eksekutif 'American Idol' dan Suami Dinyatakan Gak Kompeten Buat Diadili!

Fix, cowok yang dituduh nembak mati supervisor musik American Idol yang udah lama banget, Robin Kaye, dan suaminya yang juga musisi, Thomas Deluca, dinyatakan gak kompeten buat diadili. Gokil, kan?

Jadi, Raymond Boodarian, 22 tahun, dituduh ngebunuh pasangan itu pas lagi ngerampok rumah mereka di Los Angeles siang bolong, bulan Juli lalu. Pengadilan udah nyuruh dia dateng ke sidang buat nentuin kompetensinya hari Kamis, tapi dia malah nolak dijemput dari penjaranya, guys. Tapi, hakim tetep lanjutin sidang setelah pengacara Boodarian ngebolehin dia gak dateng. Pengacaranya, Nancy Kolocotronis, sama Wakil Jaksa Wilayah Hilary Williams, setuju kalo keputusan emang harus diambil setelah Dr. Phani Tumu ngasih laporan tentang kondisi mental Boodarian minggu lalu.

"Pengadilan nemuin kalo terdakwa gak kompeten buat diadili," kata Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles County, Maria Cavalluzzi. "Pengadilan juga nemuin kalo secara medis emang pantes buat ngobatin kondisi kejiwaan [Boodarian] pake obat psikotropika karena obat ini kayaknya bakal manjur."

Hakim langsung tanda tangan surat perintah yang ngebolehin negara buat ngasih obat itu secara "paksa". Katanya, kalo gak dikasih obat, "kemungkinan besar terdakwa bakal ngalamin gangguan serius pada kesehatan fisik dan mentalnya." Sebelumnya, bulan September, hakim juga udah tanda tangan surat perintah yang ngebolehin Dr. Tumu buat ngelakuin evaluasi "di depan selnya Mr. Boodarian kalo [dia] nolak keluar dari sel."

"Terdakwa gak punya kapasitas buat ngambil keputusan soal obat psikotropika," kata hakim hari Kamis. "Pemulihan ini demi keadilan karena ini kasus pembunuhan."

Hakim gak ngebahas diagnosis apa pun di pengadilan, tapi dia udah ngejadwalin sidang lanjutan tanggal 19 Desember nanti. Sementara itu, Boodarian bakal dipindahin ke rumah sakit jiwa dan dikasih obat psikotropika secara "paksa", sesuai keputusannya.

Boodarian sebelumnya udah pernah muncul di pengadilan di gedung pengadilan yang beda bulan Agustus lalu, sebulan setelah pembunuhan itu. Dia ngintip dari balik jendela berkawat di ruang sidang Van Nuys, tapi pas Hakim Martin L. Herscovitz nyoba ngomong sama dia, dia gak jawab apa-apa.

"Dia emang punya masalah kesehatan mental yang parah. Hari ini dia dateng pake baju anti-bunuh diri," kata Kolocotronis ke pengadilan bulan Agustus. Setelah hakim gagal buat narik perhatian Boodarian, dia ngomong sama pengacara selama diskusi singkat. "Sekali lagi. Mr. Boodarian? Mr. Boodarian, bisa denger saya?" tanya hakim lagi. "Biar dicatet kalo dia masih ngeliatin ke kejauhan dan gak jawab pertanyaan pengadilan."

Sekelompok pendukung Kaye Deluca dateng ke pengadilan, tapi nolak ngomong sama media. Beberapa pendukung juga dateng ke sidang hari Kamis, termasuk ayahnya Boodarian.

Kata petugas, Boodarian lagi ngerampok rumah Kaye dan Deluca di Encino, yang dua-duanya udah 70 tahun, pas pasangan itu pulang dari belanja dan ketemu dia tanggal 10 Juli. Dia dituduh nembak pasangan itu berkali-kali pake pistol yang ada di rumah itu, terus kabur. Korban baru ditemuin empat hari kemudian pas ada pemeriksaan kesejahteraan.

Dalam surat perintah penggeledahan yang didapetin sama Rolling Stone, seorang penyidik LAPD bilang kalo pas hari penembakan, tetangga nelpon polisi buat ngelaporin ada orang manjat pagar rumah Kaye dan "kemungkinan nyoba masuk ke rumah." Panggilan radio buat laporan itu dibikin jam 4:10 sore.

Panggilan radio kedua dibikin jam 4:44 sore, bilang kalo "si penelepon 911 nyebut dirinya Raymond Boodarian dan ngasih tau kalo ada orang masuk ke kantornya," kata surat pernyataan itu. "Si penelepon 911 terus bilang, 'Tolong jangan tembak saya'."

Video pengawas rumah nunjukkin kalo seorang tersangka laki-laki pake topi baseball item, kaos abu-abu, celana warna gelap, dan sandal item manjat pagar depan jam 4:06 sore, sesuai surat pernyataan. Kaye dan Deluca keliatan di video pulang jam 4:43 sore. Cuma 10 menit kemudian, tersangka keliatan di video ninggalin rumah "sambil nyembunyiin pistol di pinggang belakang kanannya," kata surat pernyataan itu. (Polisi dateng ke rumah pas hari pembunuhan, tapi gak ngeliat tanda-tanda perampokan dan gak masuk ke properti, kata petugas.)

Kalo nanti diadili dan kebukti bersalah sesuai tuduhan, Boodarian bisa kena hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan bebas bersyarat. Sidang apa pun bakal tergantung sama hakim yang pertama-tama nemuin kalo dia kompeten.

Kaye mulai kerja di American Idol tahun 2009 dan "bener-bener dicintai dan dihormati sama semua orang yang ketemu dia," kata perwakilan acara itu dalam sebuah pernyataan. Dia juga kerja di departemen musik buat NAACP Image Awards dan di acara-acara kayak Lip Sync Battle.

Deluca adalah seorang penulis lagu dan pemain yang nyiptain musik buat artis-artis, termasuk drummer dan vokalis Monkees, Micky Dolenz, sesuai website Melodic Rock Classics.

Ringkasan

Raymond Boodarian bakal dipindahin ke rumah sakit jiwa dan diobatin pake obat-obatan psikotropika secara 'paksa'. Kata hakim, sih, gitu!

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru