
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Belum lama ini, berita mengenai kejadian mengenai kekerasan di Filipina telah menyebar luas di dunia maya. Diketahui bahwa seorang perempuan dan anaknya diduga dikorban hukuman oleh seorang perempuan yang diduga adalah kakak dari idol K-Pop, Kim Jaejoong.
Ketika sedang berada di sekolah bahasa di Filipina, seorang perempuan diduga memerintahkan seorang anak berusia 3 tahun untuk keluar dari kelas tanpa izin. Namun, perempuan itu malah membawa anak tersebut keluar dari ruangan.
Menurut seorang saksi, perempuan itu juga dituduh melakukan serangan fisik terhadap ibu anak tersebut. Ia bahkan dianggap telah menyebut ibu anak itu dengan kata-kata tidak baik.
Menurut seorang netizen, kejadian ini diyakini terjadi karena perempuan itu memiliki motivasi rasial. Hal ini disebabkan karena sekolah bahasa tersebut diduga berdiri atas kepemilikan Korea.
Awalnya, netizen hanya membagikan identitas perempuan yang diduga melakukannya di media sosial. Namun, setelah itu, foto perempuan itu terlihat di sekolah bahasa sama pada hari yang sama dengan kesepakatan dari para saksi. Bahkan ia juga terlihat mengenakan pakaian yang sama seperti yang dinyatakan oleh saksi-saksi.
Mereka kemudian mengungkapkan bahwa perempuan itu adalah kakak dari Kim Jaejoong. Perempuan tersebut bernama Jessica Young. Segera setelah itu, beredar foto-foto perempuan Jessica di sekolah bahasa yang sama di hari yang sama, mengenakan pakaian yang sama seperti yang diulas di beberapa narator.
Belum ada jawaban dari Jessica Young maupun Kim Jaejoong sendiri. Namun, kritikan tetap dilontarkan oleh netizen yang berpendapat bahwa peristiwa ini adalah serangkaian kasus pemukulan dari sistem dan rasisme. Mereka juga menunjuk beberapa kasus serangan rasisme oleh individu Korea melawan warga Taiwan di sekolah bahasa.
Penulisan ini telah mendapat kritik dari banyak warga. Bahkan, beberapa orang menuduh bahwa perempuan itu melakukan kekerasan karena motivasi rasial. Mereka tidak percaya bahwa ia mengatakan hal itu secara sengaja.
Menurut seorang yang mengaku telah menyaksikan peristiwa tersebut, perempuan itu berlari keluar kelas sementara anak berusia tiga tahun terus berdiri di meja guru. Dia kemudian duduk di kursi siswa. Saksi-saksi telah mengecam perpaduan antara kekerasan dan perilaku tersebut.
Tapi, banyak orang merasa bahwa perempuan itu telah melibatkan diri dalam perang yang melibatkan perbedaan ras. Hal ini tidak terlalu sulit untuk dipahami karena banyak warga Korea di Filipina berpendapat bahwa perempuan itu telah berusaha untuk menghilangkan ras mereka. Dan yang paling penting, tidak ada yang bisa membuat mereka berperilaku seperti perempuan yang melihat diri mereka sebagai bagian yang kurang beruntung.
Lantas, apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa para perempuan Korea di Filipina begitu banyak menunjukkan perilaku rasisme? Hal ini patut dianggap sebagai topik yang patut dibicarakan.
Kita harus melihat kenyataan bahwa masih banyak orang Korea di Filipina yang melakukan kekerasan terhadap orang-orang dari ras lain. Kita juga harus mengingat bahwa hal ini bukan hanya terjadi di Filipina, tetapi juga di banyak negara lain di dunia.
Maka, kita harus mengajak para perempuan Korea untuk melakukan perubahan ke arah yang berbeda.
Kakak idol K-Pop Kim Jaejoong diduga menganiaya seorang ibu dan anak di Filipina. Peristiwa ini terjadi di sebuah sekolah bahasa di Filipina.