
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Dunia musik dan pertelevisian lagi berduka nih. Keyboardist *Jimmy Kimmel Live!*, Jeff Babko, ngerasa kehilangan banget atas kepergian sahabatnya, Cleto Escobedo III. Cleto, yang dikenal sebagai bandleader karismatik di acara tersebut, meninggal dunia karena sakit yang belum diungkapin.
Jeff Babko bilang, shownya Jimmy Kimmel itu kayak keluarga sendiri. Kehilangan Cleto kerasa banget. Semua momen, baik suka maupun duka, bikin mereka makin solid. Jeff cerita, dia ketemu Cleto tahun 1994 pas lagi tur bareng Julio Iglesias. Bokapnya Cleto yang ngenalin mereka. Sejak itu, mereka langsung nyambung.
Jeff inget banget, Cleto itu orangnya humble banget. Dia selalu nyari musisi yang lebih jago dari dia, dan itu yang bikin dia jadi leader yang keren. Musik buat Cleto itu jujur, soulful, dan penuh makna. Tiap not yang dia mainin punya tujuan. Jeff juga bilang, dia sama Cleto itu kayak sodara. Mereka bisa ngobrol cuma lewat tatapan mata. Kehilangan Cleto bikin Jeff ngerasa ada yang kurang.
Jeff juga cerita tentang hari-hari terakhir Cleto. Katanya, banyak banget dokter dan perawat yang sayang sama Cleto. Mereka ngerasain semangatnya Cleto meskipun dia udah gak bisa ngomong. Itu bukti betapa baiknya Cleto. Buat Jeff, Cleto itu bukan cuma sahabat, tapi juga keluarga.
Di akhir tribute-nya, Jeff nyampein kalo Cleto pengen banget mainin lagu "Hard Times" pas bokapnya meninggal. Tapi takdir berkata lain. Bokapnya Cleto akhirnya mainin lagu itu buat dia dengan sepenuh hati. Momen itu bener-bener bikin semua orang terharu.
Dalam tribute yang bikin mewek, keyboardist Jimmy Kimmel Live, Jeff Babko, curhat tentang hidup, warisan, dan hari-hari terakhir sahabatnya, Cleto Escobedo III.