counter free hit invisible
Kembali ke Beranda

Kenangan Duka Siswi SMA yang Tewas Tertabrak KRL di Jurangmangu: Latar Belakang dan Analisis

12 Agustus 2026
5 menit baca
Redaksi musik.proAktif.id
Kenangan Duka Siswi SMA yang Tewas Tertabrak KRL di Jurangmangu: Latar Belakang dan Analisis

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Kepergian siswi kelas X SMA swasta di Tangerang Selatan yang tewas tertabrak KRL Commuter Line di area Stasiun Jurangmangu, Tangsel, pada Senin (10/8/2026) meninggalkan kesedihan mendalam bagi pihak sekolah dan kerabatnya. Kejadian ini bukanlah pertama kali terjadi di daerah tersebut, namun peristiwa ini masih menimbulkan kesedihan yang mendalam.

Sejumlah kenangan baik akan sosok siswi tersebut masih membekas di beberapa orang terdekatnya. Mereka mengingatkan bahwa siswi itu merupakan sosok yang beretika, hangat, dan mudah beradaptasi. Salah satu pengurus SMA tempat korban menempuh pendidikan, I, mengungkapkan bahwa siswinya itu merupakan sosok yang sangat baik dan hangat. “Almarhumah itu pribadi yang hangat, beretika baik, dan mudah beradaptasi.” tutur I saat ditemui di sekolah, Selasa (11/8/2026).

Salah satu momen yang berkesan bagi pihak sekolah terjadi setelah kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pada saat itu, almarhumah sempat memberikan surat ucapan terima kasih dan doa yang ditulis tangan secara pribadi kepada I. “Almarhum itu sempat mengirim surat ke saya, memberikan ucapan terima kasih sudah mengajar, mendoakan saya, dan lain-lain. Anaknya baik-baik saja selama di sekolah,” ungkap I.

Sementara itu, kerabat korban menyampaikan bahwa almarhumah tumbuh dalam lingkungan yang penuh perhatian dan kasih sayang. Mereka menuturkan bahwa korban selalu mendapatkan perhatian dari kedua orangtua sejak kecil. “Bener-bener disayang mati anak ini. Sayang dan sangat diperhatikan,” ungkap salah satu kerabat di rumah duka di wilayah Ciputat, Tangsel.

Terkait isu di media sosial sehubungan dengan kematian almarhumah, I menegaskan bahwa siswinya tersebut tidak pernah mengalami masalah perundungan (bullying) maupun kendala akademis. I menambahkan bahwa para siswa kelas X yang baru masuk pada pertengahan Juli 2026 lalu masih diberikan ruang untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. “Karena baru kelas X juga, anak-anak masih diberikan kenyamanan untuk beradaptasi. Saya pastikan tidak ada hubungannya dengan sekolah,” tutur I.

Menurut analisis, kejadian ini memberikan dampak yang besar bagi pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Kepergian siswi tersebut meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi pihak sekolah dan kerabatnya. Pihak keluarga meminta masyarakat mendoakan almarhumah agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan serta memberikan ruang privasi selama masa berkabung.

Ringkasan

Kenangan Duka Siswi SMA yang Tewas Tertabrak KRL di Jurangmangu: Latar Belakang dan Analisis   Kompas.com

Bagikan Artikel

Salin Tautan

Berita Terbaru