
Penilaian Kritik Terhadap J-Hope dan RM dari BTS
Netizen tidak senang dengan komentar-komentar yang diberikan

Konser pertama CORTIS yang digelar pada 18 Juli lalu memicu kontroversi kedua setelah penggemar mengaku bahwa adegan mosh pit yang viral itu sebenarnya dibuat dengan sengaja menggunakan penari profesional. Konser tersebut sebelumnya sudah menuai kritik terkait dengan setlist yang kontroversial.
Clips dari konser tersebut awalnya mendapat perhatian besar dari penggemar internasional karena menunjukkan sekelompok pria yang berenergi tinggi, melompat, menari, dan melakukan aksi moshing di area berdiri. Video tersebut secara luas dipuji sebagai bukti bahwa CORTIS telah menarik penggemar pria yang menikmati konser mereka lebih seperti pertunjukan hip-hop atau rock daripada acara K-Pop tradisional.
Beberapa penggemar internasional terutama terkesan dengan 'fanboys' yang tampaknya tidak terlalu mengenal CORTIS, berbagi video sebagai bukti daya tarik CORTIS yang lebih luas dan atmosfer yang tidak terkendali di dalam venue. Namun, penggemar Korea kemudian membantah narasi yang mengelilingi momen viral tersebut.
Menurut beberapa akun yang beredar secara online, pria yang menciptakan sebagian besar energi di area berdiri bukanlah penggemar biasa atau influencer. Mereka dilaporkan sebagai penari yang ditempatkan di antara penonton sebagai bagian dari produksi konser. Salah satu penggemar mengaku bahwa sekitar 30 penari ditempatkan di area berdiri.
Seiring dengan penyebaran tuduhan tersebut, netizen menuduh penyelenggara konser merancang momen yang tampak spontan namun sebenarnya dibuat untuk dipromosikan secara online sebagai antusiasme penggemar yang organik. Yang lain mempertanyakan apakah adegan tersebut memenuhi kualifikasi sebagai mosh pit. Moshing secara tradisional melibatkan penonton yang mendorong, bertabrakan, atau bergerak agresif di area terbuka, sementara klip CORTIS sebagian besar menunjukkan penonton melompat dan menari di tempat.
Kontroversi ini muncul ketika konser pertama CORTIS sudah mendapat kritik karena setlist yang singkat dan berulang. Meskipun hanya memiliki 12 lagu yang dirilis secara resmi, grup tersebut dilaporkan tidak melakukan cover stage atau mengganti kostum selama konser yang berlangsung sekitar satu jam dan 40 menit. Sebaliknya, beberapa lagu asli diulang selama pertunjukan utama dan encore, dengan 'REDRED', 'YOUNGCREATORCREW', dan 'Mention Me' dilaporkan dibawakan beberapa kali.
Penggemar mempertanyakan mengapa produksi tidak menyiapkan pertunjukan tambahan, terutama karena grup rookie dengan diskografi terbatas biasanya menggunakan cover, stage spesial, atau aransemen alternatif untuk menciptakan pengalaman konser yang lebih lengkap.
Allegasi penggunaan penari di area berdiri hanya memperkuat keluhan tersebut. Baik CORTIS maupun BIGHIT MUSIC belum mengkonfirmasi klaim bahwa penari sengaja ditempatkan di penonton untuk menciptakan adegan viral. Untuk saat ini, tuduhan tersebut berdasarkan akun dari penggemar yang menghadiri konser dan diskusi yang beredar di komunitas online Korea.
Kontroversi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana penyelenggara konser menciptakan citra yang diinginkan dan bagaimana penggemar meresponsnya. Apakah upaya untuk menciptakan kesan spontan dan organik ini berhasil, atau apakah itu malah menimbulkan kekecewaan dan kehilangan kepercayaan di kalangan penggemar?
Perdebatan ini juga menyoroti pentingnya autentisitas dan kejujuran dalam industri hiburan. Apakah penyelenggara konser harus mempertahankan batasan antara kreativitas artistik dan manipulasi penonton, atau apakah mereka harus mengutamakan keinginan penonton dan mengikuti arahan mereka?
Konser pertama CORTIS tengah menuai kontroversi setelah penggemar mengaku bahwa adegan mosh pit yang viral dibuat dengan sengaja menggunakan penari profesional.